Mas Hakim Sosialisasi di Arena CFD Jombang, Targetkan Gen Z Demam Wayang Topeng

WAYANG TOPENG: Suasana sosialisasi Seni Wayang Topeng Jati Duwur di arena Car Free Day (CFD) Jombang. (is)

KANALSATU -  Sejumlah pegiat seni Wayang Topeng Jati Duwur, Jombang didampingi Mas Hakim, budayawan yang menunggu rekomendasi Bacabup dari DPP PDI Perjuangan, sosialisasi di arena Car Free Day (CFD).

Sosialisasi yang dilakukan sehari bebas motor/CFD pada Minggu (12/5/2024) itu, menampilkan tiga orang penari, Aris, Bayu dan Jofan.

Ketiga penari itu menampilkan tarian di cat walk aspal Jalan Raya Wahid Hasyim Jombang, di sela-sela penuh sesak pengunjung CFD.

Selain menampilkan tarian Wayang Topeng, tari Kelono, ketiga pemuda asal Jati Duwur ini juga menebarkan selebaran Ki Purwo Festival 2024 yang rencananya digelar pada 5 hingga 14 Juli 2024.

Menurut Isma Hakim Rahmat, biasa disapa Mas Hakim, selama ini belum pernah dilakukan sosialisasi wayang Topeng Jati Duwur di kawasan kota Jombang secara massif, baik oleh pemerintah atau dari seniman sendiri.

"Terbukti sejumlah pengunjung CFD tidak banyak yang tahu. Namun ada beberapa yang profesi guru, dan pegawai saja yang sudah kenal wayang topeng Jati Duwur," ujar Mas Hakim.

Budayawan Desa Jati Duwur ini, mendesak agar pemerintah daerah juga mulai menata program sosialisasi seni di Jombang yang heritage atau warisan leluhur untuk dimassifkan jadi pengetahuan generasi.  

"Tujuanya agar generasi milenial, gen Z, dan pemuda saat ini tidak melupakan sejarah warisan leluhur," ujarnya.

Mas Hakim, memohon doa restu dan dukungannya agar Festival Seni nanti berjalan sukses dan akan mengangkat Kota Jombang ke pentas dunia. Apalagi ada maestro topeng dunia akan hadir di desa.

"Mari hadir di festival seni di desa kami, Jati Duwur. Dan ke depan kreativitas masyarakat dan generasi seni bisa meningkatkan kreativitasnya," ujarnya.

Dia merasakan betul bagaimana pengunjung CFD tidak mengerti maksud dan kenapa ada beberapa karakter topeng dipajang di pinggir trotoar jalan di Jombang Kota.

"Mayoritas kita tanya tidak mengerti. Kita tanya pernah kenal wayang topeng Jati Duwur, jawabnya mayoritas tidak tahu," tegasnya.

Namun di beberapa sesi, ada pengunjunf CFD yang datang menemui-nya minta referensi ahli topeng dan seni topeng Jati Duwur karena akan diajak mengisi materi dalam kegiatan sekolah.

"Tadi ada sejumlah guru dan masyarakat minta referensi seniman yang bisa mengajar tentang seni wayang Topeng Jati Duwur," ujar Mas Hakim.

Ke depan Topeng Jati Duwur selain akan berkembang menjadi film kartun, dan komik, juga akan diterbitkan buku dan kreasi topeng lain demi menunjang perkembangan wayang Topeng Jati Duwur, yang selama ini masih murni.

Mas Hakim juga mnejelaskan melalui sosialisasi ini, khususnya diacara acara tertentu seperti di Arena CFD Jombang ini, ditargetkan akan semakin dikenal dan Gen Z akan demam pada seni Wayang Topeng Jati Duwur ini. (ard)

Komentar