IBF Targetkan Transaksi Tumbuh 50 Persen di 2023

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange), Stephanus Paulus Lumintang (berdiri) bersama Direktur Utama PT International Business Futures, Ernawan (duduk, kiri) dan Pemeriksa Perdagangan Berjangka Komoditi Ahli Utama Bappebti, Sahudi saat media gathering di Surabaya, Rabu (24/5/2023).

 

KANALSATU – Dengan semakin meningkatnya edukasi ke nasabah, PT International Business Futures mematok pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 50 persen dibandingkan 2022. Selain edukasi ke konsumen, masa pemulihan Covid-19 menjadi pendorong bagi perusahaan untuk mengejar jumlah transaksi dan nasabah baru.

”Transaksi kami di 2022 mencapai 365.877 lot dan di tahun 2023 ini kami targetkan bisa tumbuh sekitar 50 persen. Peningkatan ini seiring dengan dimulainya kembali tatap muka sehingga proses edukasi kepada nasabah menjadi lebih baik,” kata Direktur Utama PT International Business Futures, Ernawan saat media gathering bertema “Peluang Transaksi Multilateral dalam Meningkatkan Perekonomian Bangsa” di Surabaya, Rabu (24/5/2023).

Hingga April 2023, total transaksi IBF mencapai 107.985 lot dengan kontribusi produk komoditi/multilateral mencapai 7,4 persen. ”Di akhir tahun kami ingin kejar kontribusinya hingga 10 persen,” ujar Ernawan

Produk komoditi IBF adalah Emas dan Kopi, sementara yang paling banyak ditransaksikan adalah emas. Di tahun 2024, Perusahaan juga berencana menambah koleksi produk komoditi Olein.

“Kami berharap dalam 5 tahun ke depan, porsi transaksi multilateral di IBF bisa mencapai 30 persen dari total transaksi sekarang,” terang Ernawan.

Ia menambahkan, sebagai Perusahaan Pialang berjangka lokal, IBF terus berperan aktif meningkatkan transaksi multilateral di Bursa Berjangka. Termasuk, mendukung target Bappebti dalam mendorong terbentuknya price reference untuk berbagai komoditi di Indonesia.

Transaksi multilateral atau komoditi merupakan transaksi yang dilakukan antara banyak pembeli dan banyak penjual. Traders dalam transaksi multilateral, bisa bertemu dengan berbagai traders lain yang memiliki beragam latar belakang.

Namun, antara penjual dan pembeli tidak saling mengenal satu sama lain.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange), Stephanus Paulus Lumintang mengungkapkan pertumbuhan transaksi komoditi di JFX terus tumbuh dengan total transaksi Multilateral dan Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) mencapai 1,065,455 lot per 18 Mei 2023.

“Kinerja volume transaksi tahun ini naik sekitar 80 persen dari pencapaian tahun 2022 di periode yang sama,” ungkapnya.

Pencapaian JFX dalam mendorong transaksi komoditi juga terlihat pada produk emas yang merupakan primadona produk Multilateral dan berkontribusi 60 persen pada volume transaksi Multilateral. Selain emas, produk yang juga banyak diminati oleh traders adalah Olein, khususnya kontrak berjangka Olein 100kg yang diluncurkan pada akhir Agustus 2022. 

Pemeriksa Perdagangan Berjangka Komoditi Ahli Utama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Sahudi mengungkapkan nasabah perlu memahami konsep lindung nilai. Lindung nilai adalah teknik strategi trading yang dilakukan untuk melindungi dana yang akan digunakan oleh trader dari fluktuasi nilai tukar yang merugikan.

Dengan demikian, Sahudi mengungkapkan ada berbagai manfaat lindung nilai. Salah satunya, dapat menghindari risiko kerugian akibat perubahan harga dan mendapatkan komoditi sesuai kuantitaa dan kualitas.

"Belum banyak masyarakat yang tahu konsep lindung nilai dari komoditi yang akan dibeli maupun dijual. Oleh karena itu, mari kita sebarluaskan konsep lindung nilai ke nasabah," kata Sahudi. (KS-5)

 

Komentar