Resmikan MSF, LaNyalla: Lapangan Berstandar Profesional Elemen Penting Football Development

PERESMIAN MSF: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kiri menghadap bola) dan Gede Widiade, Chairman Pancoran Soccer Field (kanan menghadap bola), saat meresmikan beroperasinya Maguwoharjo Soccer Field (MSF) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/1/2023). (sefdin)

KANALSATU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan salah satu elemen penting dalam football development adalah tersedianya lapangan latihan benchmarking, atau sesuai standar profesional sepakbola.

Hal itu disampaikan saat meresmikan beroperasinya Maguwoharjo Soccer Field (MSF) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/1/2023).

"Kaki anak-anak kita, atau pesepakbola kita harus dilatih di tempat yang sama dengan stadion sepakbola standar internasional. Karena dari statistik umpan bola yang salah, atau passing error, tidak jarang disebabkan oleh kebiasaan berlatih di lapangan yang tidak berkualitas," katanya.

Karena itu LaNyalla mengapresiasi upaya yang dilakukan Gede Widiade selaku pimpinan Pancoran Soccer Field, entitas yang mengelola fasilitas olahraga Maguwoharjo Soccer Field.

"Apa yang dilakukan Pancoran Soccer Field merupakan sumbangsih konkret untuk peningkatan prestasi olahraga Indonesia, khususnya sepakbola. Dan kita butuh banyak Gede Widiade lainnya di Republik ini," lanjut Mantan Ketum PSSI itu.

Seharusnya pemerintah Indonesia, menurut LaNyalla, juga mendukung dan memberikan apresiasi. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 1999, tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, salah satunya adalah memperbanyak jumlah lapangan sepakbola yang memiliki standar untuk latihan.

Berdasarkan semangat pembenahan hal-hal fundamental di persepakbolaan nasional itu pula, LaNyalla bertekad untuk menerima dukungan dari beberapa anggota PSSI untuk maju sebagai Ketua Umum PSSI di Kongres bulan depan. 

Meskipun masih ada puluhan pekerjaan lain di dalam football development yang secara fundamental harus dikerjakan oleh PSSI sebagai organisasi induk sepakbola di Indonesia.

"Untuk itu, PSSI harus diisi orang-orang yang memang punya passion untuk memajukan sepakbola. Dan punya satu tekad untuk meninggalkan legacy bagi sepakbola nasional," papar dia.

Karena itu LaNyalla menyambut baik adanya beberapa pegiat dan pengurus sepakbola di daerah, serta mantan pemain nasional yang ikut mendaftarkan diri sebagai bagian dari pengurus PSSI nanti.

"Orang-orang seperti inilah yang seharusnya berada di PSSI. Karena mereka akan serius memikirkan masa depan sepakbola Indonesia dari sisi kualitas dan prestasi," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut LaNyalla juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki persepakbolaan nasional, jika terpilih menjadi Ketum PSSI.

"Sepakbola Indonesia tidak butuh nyali, tetapi Nyalla," kelakar LaNyalla yang diiringi tepuk tangan para hadirin.

Sementara itu Gede Widiade, Chairman Pancoran Soccer Field, berterimakasih atas kesediaan Ketua DPD RI membuka MSF dan hadir bersama para anggota DPD RI.

"Atas kehadiran Pak LaNyalla merupakan bukti beliau sangat perhatian bagi pembinaan sepakbola di tanah air," katanya.

Menurut Gede, MSF bertujuan untuk membantu pemerintah dalam menunjang peningkatan prestasi sepakbola.

"Sarana dan prasarana adalah fundamental. Pembinaan tanpa infrastruktur bagus tidak menghasilkan hasil yang bagus," tutur dia.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Ketua DPD RI didampingi Senator asal Yogyakarta, M Afnan Hadikusumo dan Hilmi Muhammad, Bustami Zainudin (Senator Lampung), Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan) dan Fachrul Razi (Aceh).

Hadir Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat BPN RI, Dwi Budi Martono, Kakanwil BPN DIY, Rudi Prihantoro, Ketua Asprov DIY Ahmad Syauqi Soeratno, Ketua Jakmania Dicky Sumarno, Joni dari Persipa Pati, Bambang (perwakilan PSCS Cilacap). (ard)

Komentar