Pertamina Tanjung Wangi Tenggelamkan 50.000 Terumbu Karang di Destinasi Wisata Bangsring Underwater

Dukung Upaya Konservasi Terumbu Karang



KANALSATU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Integrated Terminal Tanjung Wangi lakukan penenggelaman 50.000 terumbu karang di Destinasi Wisata Bangsring Underwater (15/11/2022).

Kegiatan ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung upaya konservasi terumbu karang sebagai bentuk upaya melestarikan Keanekaragaman Hayati Bawah Laut, sekaligus sebagai DTWA (Daya Tarik Wisata Alam Bawah Laut) yang baru di area Bangsring Underwater.

Bangsring Underwater merupakan salah satu mitra binaan Pertamina Integrated Terminal Tanjung Wangi yang dalam program konservasi alam bawah laut.

Kegiatan penenggelaman terumbu karang ini dilaksanakan atas kerjasama Pertamina Integrated Terminal Tanjung Wangi bersama Pokdarwis Destinasi Wisata Bangsring Underwater serta mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang.

Terumbu karang yang ditenggelamkan didesain menyesuaikan bentuk logo Pertamina, menggunakan metode “Lima Jari” dimana media terumbu karang dibentuk dengan alas cor berbentuk persegi serta diberikan pipa yang ditancapkan di atasnya sebanyak lima buah, sehingga terbentuk seperti lima jari.

Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Pokdarwis Bunder, Sukirno berbahagia dengan adanya komitmen dari Pertamina untuk selalu ikut berupaya dalam kegiatan konservasi terumbu karang.

"Kegiatan konservasi 50.000 terumbu kerang ini adalah yang pertama kali kami lakukan. Saya harap kedepannya komitmen ini akan terus terjaga dan tentunya memberikan manfaat bukan hanya untuk alam saja namun juga manusia yang hidup memanfaatkan sumber daya alam hasil laut," jelasnya.

Kegiatan penenggelaman 50.000 bibit terumbu karang merupakan usaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya.


Integrated Terminal Manager Pertamina Tanjung Wangi, Andrie Buana mengatakan pihaknya akan terus berusaha untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan di darat maupun bawah laut karena hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina yaitu Berwawasan Pelestarian Lingkungan.

"Penenggelaman 50.000 bibit terumbu karang adalah salah satu bentuk upaya kami untuk melakukan konservasi biota bawah laut agar terjaganya keanekaragaman hayati. Kami harap, kegiatan ini dapat menebar manfaat untuk semua orang," terang.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menjelaskan pelaksanaan program CSR Pertamina sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs).

Pertamina selalu berupaya seimbang dalam menjalankan bisnis perusahaan. Demi menjaga kesinambungan bisnis perusahaan, Pertamina juga berupaya mengembangkan program CSR terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Deden berharap kegiatan penenggelaman terumbu karang ini dapat membantu menyelamatkan terumbu karang yang ada di Indonesia dalam hal ini Kabupaten Banyuwangi.

Sebagaimana kita ketahui, kegiatan konservasi perlu dilakukan agar terumbu karang yang ada di Indonesia tidak punah. Terumbu karang yang punah akan berdampak pada kelangkaan ikan yang menjadi sumber ekonomi untuk para nelayan.

Selain itu terumbu karang tidak bisa lagi menyerap karbon dioksida yang ada di bumi, akibatnya bumi akan mengandung banyak sekali karbon dioksida.

"Semoga kita dapat senantiasa menjalin kerjasama, baik masyarakat maupun stakeholder untuk mempertahankan keanekaragaman hayati di sekitar kita," tutup Deden.
(KS-5)
Komentar