Musim Pancaroba, Ketua DPD RI Ajak Orang Tua Update Info Obat Sirup yang Ditarik

OBAT SIRUP: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengingat para orang tua agar up date pada obat, khususnya obat sirup, yang ditarik dari peredaran. (sefdin)

KANALSATU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak para orang tua untuk memperbarui informasi seputar obat sirup, khusuanya yang ditarik dari peredaran.

Hal itu menurut dia perlu dilakukan, pasalnya penggunaan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), yang menyebabkan pasien anak gagal ginjal, membuat izin edar sejumlah obat sirup ditarik. 

"Maraknya kasus penyakit gagal ginjal pada anak-anak, harus menjadi perhatian semua pihak. Terutama para orang tua yang memiliki anak yang masih kecil," katanya saat di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/11/2022).

Menurut LaNyalla, orang tua harus memperhatikan kesehatan dan kekebalan tubuh anak-anak terutama untuk menghadapi musim pancaroba. 

Musim pancaroba, lanjutnya, kerap memicu munculnya berbagai penyakit. Seperti masa peralihan pada bulan September-Oktober yang ditandai dengan perubahan cuaca ekstrim, dari musim panas ke musim hujan secara tiba-tiba.

Dia juga menjelaskan bahwa hal ini memicu kondisi tubuh anak-anak turun kekebalannya, dan mudah terserang penyakit. 

"Di musim inilah anak-anak rawan terserang diare, demam karena flu dan pilek serta penyakit lainnya. Orang tua harus mewaspadai kondisi ini," katanya.

Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar anak-anak yang terserang demam, batuk atau pilek tidak diberikan obat-obatan yang telah ditarik dari peredaran.

Apalagi yang telah diketahui mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) di atas ambang batas aman. 

Untuk itu, orang tua diingatkan harus selalu update informasi terkait dengan jenis-jenis obat yang izin edarnya telah dicabut. 

Jika menemukan obat yang izin edarnya telah dicabut tapi masih beredar, orang tua bisa melaporkannya untuk kebaikan bersama.

Sementara berdasarkan rilis pers yang dikeluarkan BPOM pada 20 Oktober 2022, dan berdasarkan acuan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagai standar baku nasional untuk jaminan mutu semua obat yang beredar, ada 29 jenis obat sirup yang sudah tidak memiliki izin edar. (ard)

Komentar