Semua Obat yang Ditarik Punya Izin Edar, Ketua DPD Minta BPOM Beri Penjelasan

PENARIKAN OBAT: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, minta BPOM beri penjelasan soal penarikan obat sirop terkait kasus gagal ginjal pada anak. (sefdin)

KANALSATU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyorot kinerja BPOM dalam penarikan obat sirop terkait kasus gagal ginjal pada anak.

Langkah menarik obat sirop dari pasaran, menurut dia, yang saat ini kebetulan sedang kunjungan dapil di Jawa Timur, sangat mengundang pertanyaan.

"Keputusan ini menimbulkan tanya. Sebab, seluruh obat yang ditarik itu memiliki izin edar dari BPOM. Termasuk, obat yang diduga mengandung Etilena Glikol (EG) dan Dietilena Glikol (DEG)," ujanya, Selasa (8/11/2022).

Dengan keluarnya izin edar, LaNyalla menilai BPOM seharusnya telah menjamin keamanan obat-obat sirop yang beredar di pasar.

Makanya menjadi sebuah ironi, jika BPOM kemudian menarik obat-obatan sirop yang awalnya telah mereka beri izin edar. 

Artinya, BPOM tidak bisa lepas tangan terhadap kondisi yang terjadi saat ini, khususnya terkait penarikan obat dari pasaran.

LaNyalla pun meminta, BPOM secepatnya memeriksa kandungan pelarut pada semua jenis Vaksin Imunisasi, yang diberikan kepada bayi dan anak-anak. 

"Karena ada testimoni orang tua korban, anaknya tidak pernah minum obat sirop, tetapi terpapar gagal ginjal akut dan meninggal,” tegasnya.

Senator asal Jawa Timur itu berharap, BPOM memberikan keterangan kepada publik mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi.

Ditambahkan LaNyalla, BPOM juga jangan saling lempar ke Kementerian Perdagangan soal impor bahan baku EG dan DEG, karena regulasi yang tidak diatur BPOM untuk masuk dalam kategori bahan baku obat. 

"Justru seharusnya masuk dalam kategori bahan baku obat. Sehingga seharusnya masuk kategori lartas (larangan terbatas, red),” urai Ketua Dewan Penasehat KADIN Jawa Timur itu. 

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk mencabut izin edar tiga industri farmasi yang dalam kegiatan produksinya menggunakan bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas aman. (ard)

Komentar