Ketua Kadin Surabaya Dorong Pengusaha Manfaatkan Peluang Pasar Ekspor Furniture

Ketua Kadin Surabaya M. Ali Affandi


KANALSATU - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya M. Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti mendorong pengusaha Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya untuk sigap menangkap peluang pasar ekspor produk furniture ke sejumlah negara. Apalagi saat ini permintaan produk furniture terus meningkat pasca pandemi Covid-19.

Andi- sapaan akrab M. Ali Affandi mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020 hingga saat ini, permintaan produk furniture dari luar negeri mengalami lonjakan permintaan.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Januari-Desember 2021 tercatat nilai ekspor furniture dari kayu mencapai USD 1,99 miliar atau sekitar Rp 28,6 triliun. Nilai tersebut meningkat signifikan sebesar 32,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,65 triliun.

Lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor tersebut antara lain adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda dan Perancis.

"Kita melihat peluang ekspor ke negara maju sangat besar. Sejak pendemi Covid-19, permintaan produk furniture meningkat pesat dan ini menjadi peluang bagi Indonesia, khususnya Surabaya untuk bisa ekspor ke negara maju," ujarnya saat Talkshow dengan tema "Peluang ekspor produk interior dan furniture pasca pandemi" dalam rangkaian pameran Decorintex, Surabaya, Rabu (21/9/2022).

Tren kenaikan ekspor furniture Indonesia ini menurut Andi, sejatinya sudah mulai terjadi sejak terjadinya perang dagang antara AS dengan China.

Negara tirai Bamby yang selama ini mendominasi pasar furniture AS terkena dampak luar biasa dari imbas perang dagang.

Sehingga, ketika para pembeli furniture di AS mencari subtitusi, pasar tersebut menjadi rebutan negara-negara lain, termasuk Indonesia.

"Meskipun AS ingin mengoptimalkan industri mebel dalam negerinya, namun hal itu tidak serta merta bisa dilakukan karena peralihan pasokan dari impor menjadi produksi dalam negeri memerlukan waktu untuk mempersiapkan bahan baku, industri dan produksi," tandasnya.

Terlebih produk-produk furniture yang ditawarkan oleh para produsen Indonesia telah diakui kualitasnya serta memiliki desain yang bisa memenuhi selera pasar internasional, termasuk negara-negara Eropa. Industri furniture di Indonesia sendiri bisa dibilang cukup luas dan tersebar di hampir seluruh provinsi.

Sentra produk furniture yang cukup besar antara lain Jepara, Cirebon, Sukoharjo, Surakarta, Klaten, Jabodetabek. Di Jawa Timur sendiri ada beberapa kota yang menjadi sentra industri furniture seperti Pasuruan, Gresik, dan Sidoarjo.

Di sisi lain, permintaan furnitur di pasar dalam negeri sendiri juga mengalami peningkatan dengan diberlakukannya kebijakan "work from home" atau "work from every where" karena konsumen menginginkan suasana dan interior di rumah terasa nyaman.

Sementara itu, Direktur Utama PT Debindo Mitratama, Dadang M Kushendarman, sebagai penyelenggara pameran Decorintex 2022 juga berharap dengan di masa endemi ini dunia usaha bisa kembali kondusif khususnya di bidang dekorasi, interior dan furniture.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Export Center Surabaya (ECS) Fernanda Reza Muhammad, juga mengungkapkan hal yang sama.

"Inilah yang diambil Indonesia untuk merebut pasar ekspor. Di Amerika, pada saat Covid-19, semua work from home. Karena kerja di rumah serta masak sendiri di rumah, mereka butuh meja makan, dapur yang representatif dan tempat kerja yang representatif. Pada saat ini, ekspor produk-produk tersebut meningkat luar biasa," jelas Reza.

Sekarang ini juga banyak negara yang melaksanakan pembangunan besar-besaran. Di Arab Saudi misalnya, mereka ingin menyulap kota Jeddah layaknya kota Dubai sehingga banyak bangunan yang dihacurkan dan diganti dengan bangunan baru.

"Di Jeddah Saudi Arabia, sekarang pembangunan besar-besaran. Satu tahun hingga dua tahun lagi, dibutuhkan furniture, inilah peluang kita. Itu baru Jeddah, belum yang lainnya. Dulu semua dana mereka pakai untuk kesehatan untuk memerangi covid. Sekarang peluang untuk berkembang banyak, maka interior dari Indonesia memiliki peluang tinggi. Tinggal bagaimana perusahaan menengah kecil dan UMKM juga bisa siap," tegasnya.

Salah satu cara yang ditawarkan adalah dengan bergabung dengan Export Center Surabaya. "Kadin Jatim dipercaya membentuk Export Center Surabaya sebagai one stop solution, dimana para pelaku usaha yang ingin tahu peluang pasar, akses pasar, prosedur ekspor dan registrasi, silahkan datang dan itu gratis," pungkasnya. (KS-5)
Komentar