Butuh Tambahan Laboratorium Guna Capai Target 1,5 Juta Produk Tersertifikasi Halal di Jatim Hingga Tahun 2023

Lepas Ekspor Produk Halal Makanan Ringan Jatim ke Yordania dan Saudi Arabia



KANALSATU - Penguatan produk halal food di Jawa Timur perlu terus ditingkatkan. Salah satunya dengan memperbanyak laboratorium.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka gelaran East Java Halal Agro Industry Festival Tahun 2022 di Ballroom Hotel Novotel Samator, Surabaya, Selasa (20/9/2022).

“Bersama-sama sekarang kita ikhtiarkan langkah strategis bagaimana penguatan laboratorium bisa disiapkan lebih banyak lagi. Karena sesungguhnya sangat banyak perguruan tinggi yang ingin berkontribusi untuk menjadi pendamping produk halal,” tandas Gubernur Khofifah.

Diikuti oleh 150 perwakilan yang terdiri dari kementerian lembaga, ormas, perguruan tinggi, pegiat halal, hingga industri dan IKM Jawa Timur. Festival ini digelar demi meningkatkan produktivitas dan daya saing produk halal di Jawa Timur.

Secara khusus Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas sinergi dan kerja kolaborasi berbagai elemen strategis yang berkomitmen untuk memperkuat industri halal dan untuk memperkuat kebangkitan perekonomian di Jawa Timur.

Dirinya kemudian menyampaikan, East Java Halal Agro Industry festival ini menjadi bagian yang membentuk dan menunjang terbangunnya sinergitas, kolaborasi dan pola-pola secara akseleratif yang bisa memberikan ruang bagi produk-produk halal berkembang pesat.

Tak sampai di sana, Gubernur Khofifah juga menyebutkan bahwa saat ini juga dibutuhkan untuk memperbanyak pendamping produk halal.

“Tapi tetap saja ini masih memerlukan dukungan laboratorium halal didalamnya. Meski sudah Self declear, memang masih harus mengeluarkan biaya meskipun itu sudah sangat sangat kecil dibanding dengan sebelumnya,” sebutnya.

Di hadapan Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa, Khofifah juga menyampaikan pentingnya financial support bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Karena kalau anggarannya kecil, maka upaya untuk mencapai target pemerintah di tahun 2023 sebanyak 10 juta produk IKM tersertifikasi halal juga sulit dicapai,” tegasnya

Dengan pertemuan ini, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini berharap akan ada hal yang bisa diurai bersama dari semangat, sinergitas dan komitmen agar melahirkan langkah terukur mencapai target tersebut.

“Kita petakan kabupaten kota punya target berapa, provinsi punya target berapa, laboratoriumnya ada berapa. Harus kita hitung betul, karena untuk percepatan itu kita membutuhkan cukup banyak laboratorium dengan tim ahli yang bisa membantu proses percepatan sertifikasi halal,” tegasnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah berharap pertemuan ini bisa memberikan penguatan semangat, komitmen dalam menguatkan kerjasama satu elemen dengan elemen yang lainnya untuk mendukung pengembangan industri halal di Jawa Timur.

Lepas Ekspor Produk Halal Jatim ke Yordania dan Saudi Arabia

Tidak hanya itu, dalam kegiatan East Java Halal Agro Industry Fest Tahun 2022 ini, Gubernur Khofifah juga melakukan pelepasan ekspor produk makanan ringan halal sebesar 5,8 ton oleh PT Manohara Asri dengan tujuan ke Yordania. Juga pelepasan ekspor produk biskuit halal dari PT Mega Global Food Industry sebanyak 4,8 ton dengan tujuan ke Saudi Arabia.

Pada kesempatan ini juga Gubernur Khofifah didampingi Kepala Disperindag Prov Jatim menyerahkan sertifikat halal kepada 30 orang pelaku IKM yang dilakukan secara simbolis kepada 10 orang penerima.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim Drajat Irawan menyampaikan bahwa perdagangan pasar halal di Jepang meningkat 60 persen. Oleh sebab itu ini menjadi peluang yang harus ditangkap Jatim.

“Maka di sinilah pentingnya standarisasi produk halal. Karena saya yakin dengan produk yang terstandarisasi mampu meningkatkan nilai produk dan produktivitas. Inilah yang menguatkan ekosistem produk halal,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, Drajat juga menyampaikan bahwa atase perdagangan di Australia masih memerlukan produk halal dari Jawa Timur khususnya.

“Ada peluang besar dari perdagangan produk halal disana. Inilah yang membuat Jawa Timur harus bisa menjadi terdepan dalam hal industri halal,” pungkasnya. (KS-9)
Komentar