Orang Tua Wali Serahkan Anaknya untuk Proyeksi Atlet DBON

Spirit Haornas menuju Prestasi International

Atlet dan pelatih DBON Unesa

KANALSATU - Para orang tua atau wali, menyerahkan anaknya untuk dididik, dibina dan dilatih dalam program pembinaan atlet DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), di sentra Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Acara serah terima olahragawan muda potensial ini, secara resmi dilakukan di Lobi Rektorat Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Selasa (6/9/2022). Kegiatan ini, menandai dimulainya program pembinaan atlet DBON di UNESA.

Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., Manajer Teknik DBON mengatakan, bahwa para atlet yang berhasil masuk dalam program pembinaan atlet DBON sentra UNESA, sebanyak 26 orang meliputi cabor taekwondo, atletik, panahan dan renang.

“Sentra UNESA membina empat cabor dan atlet, diterima ini adalah peserta terpilih dan terbaik dari sekian banyak pendaftar yang datang dari berbagai daerah,” ujarnya.

Dwi Cahyo Kartiko menambahkan, peserta yang diterima telah melewati tahap seleksi dengan sistem gugur. Seleksinya, meliputi aspek antropometri, kesehatan dan biomotor atau kemampuan fisik. Setelah itu, peserta juga melewati tes skill sesuai cabor pilihannya masing-masing.

Orang tua tidak perlu khawatir, lanjutnya, kebutuhan anak-anak yang masuk dalam program latihan ini dibiayai negara. Termasuk akomodasi hingga sekolahnya. Bahkan disiapkan para pelatih profesional, para ahli gizi, kesehatan sampai psikolog yang memastikan pertumbuhan dan perkembangan atlet.

“Anak-anak ini dilatih dan disekolahkan serta disiapkan. Sehingga, dalam 10 tahun ke depan bisa mengibarkan merah putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di kancah internasional,” ucap Wakil Dekan Bidang Akademik FIO itu.

Hanya ada dua kegiatan, yang bisa mengumandangkan Indonesia Raya di dunia, yaitu kedatangan presiden di suatu negara dan atlet yang menjuarai kompetisi olahraga dunia. Dia optimis, anak-anak yang hari ini masuk DBON akan mengibarkan sang saka Merah Putih di Olimpiade yang akan datang.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Suprapto, S.Pd., M.T., mengatakan, program pembinaan atlet DBON di UNESA mulai bergulir bulan ini, bertepatan dengan bulan olahraga nasional atau Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September. 

“Spirit Haornas ini, yang kita bawa sehingga lahir komitmen bersama untuk memajukan prestasi olahraga nasional di kancah internasional,” kata Suprapto.

Sementara itu, Laksono Nugroho, orang tua atlet DBON asal Ngawi menyatakan telah menyerahkan anaknya Enricho Bakti Nugroho untuk dididik, dibina dan dilatih di sentra pembinaan olahragawan muda potensial di UNESA. 

Dia berharap, anaknya  yang lolos di cabor renang itu bisa serius mengikuti program latihan, sehingga kelak bisa membanggakan keluarga dan tanah air di kancah dunia.

Senada diungkapkan I Wayan Namu, orang tua dari  Ni Putu Virna Berliana asal Bali yang berhasil masuk pembinaan atlet DBON cabor renang. Dia mengaku, tidak mudah melepaskan anak yang masih duduk di bangku SMP. “Ya senang, tapi berat dan sedih juga. Perasaan saya bercampur aduk,” ungkapnya. (ega)

 

Komentar