Antisipasi DB, PMI Jember Lakukan Pengasapan Tiga Kali Dalam Seminggu

KANALSATU - Memasuki masa pergantian musim kemarau ke musim hujan (pancaroba), mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Jember  melakukan langkah antisipasi merebaknya wabah Demam Berdarah (DB).  Saat ini PMI Jember terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melayani masyarakat. Salah satunya dalam melakukan fogging  atau pengasapan guna memberantas nyamuk aedes aigypti yang menjadi penyebab demam berdarah.

Dalam kurun waktu satu minggu ini, tim fogging PMI Kabupaten Jember melakukan penyemprotan asap di sejumlah wilayah. Fogging atau pengasapan dilakukan setelah ada permintaan masyarakat setelah ada korban DB, ada yang sampai meninggal dunia. Fogging dilakukan setelah tim assessmen PMI kabupaten Jember setelah melakukan assessmen di wilayah yang membutuhkan .

Pertama pada Agustus 2022. di Jalan Sriwijaya Perum Cluster, Sumbersari, Jember dengan sasaran 50 KK, 60 rumah sekitar 172 jiwa. Fogging kedua dilakukan di Desa Sidomulyo Semboro Jember Kamis 11 Agustus 2022. Dimana fogging dilakukan setelah terdapat satu warga meninggal dunia dan empat orang lainnya dirawat di fasilitas kesehatan. Yang ketiga fogging di Jl. Hayam Wuruk, Kelurahan Kaliwates Kecamatan Kaliwates,Minggu (14/2) dengan sasaran 80 rumah dengan 120 KK.

“Satu minggu ini ada tiga wilayah yang minta fogging dan langsung dilakukan,” kata ketua PMI Kabupaten Jember, EA Zaenal Marzuki, saat memberikan keterangan di ruang kerjanya pada Selasa (16/8).

Fogging dilakukan tim fogging PMI dengan kerjasama dengan berbagai pihak. Antara lain kader PKK, Muspika, Pemdes, RT/RW dan masyarakat setempat.

Zaenal Marzuki menjelaskan bahwa PMI kabupaten jember memang sengaja membentuk tim fogging untuk membantu pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan (dinkes). Khususnya dalam upaya memberantas penyakit DB. “ Tim Foging PMI Kabupaten Jemebr itu sifatnya membantu pemerintah dalam menangani serangan DB,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pemberantasan penyakit DB, sambungnya, menjadi tanggung jawab bersama.

“ Tidak bisa hanya diserahkan pemerintah saja. Masyarakat juga harus proaktif melakukan upaya prenventif atau pencegahan. Salah satunya dengan melakukan 3 M, yaitu sesering mungkin menguras sumber air, menutup barang-barang yang ada airnya dan mengubur barang-barang yang potensi menampung air dan tidak digunakan lagi,” ujarnya. (fa)

Komentar