Generali Luncurkan BeSMART, Beri Jaminan 100 Persen Premi Kembali

(ki-ka) Melissa Karim (Selebriti), Sastradinata (Chief Agency Officer Generali Indonesia), Edy Tuhirman (CEO Generali Indonesia), Andrew White (Selebriti/Entreprenuer) saat peluncuran BeSMART, Senin (8/8/2022).

 

KANALSATU – Gejolak ekonomi yang sedang terjadi di dunia menyebabkan inflasi finansial dan juga dampak di berbagai area. Hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan harga di berbagai sektor, termasuk pangan dan kesehatan, daya beli dan tren konsumsi masyarakat, dan volatilitas pasar investasi.

 

Melihat kondisi yang penuh ketidakpastian dan kebutuhan proteksi dari masyarakat tersebut, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Group) meluncurkan solusi inovatif terbaru, BeSMART.

 

"Dalam kondisi tersebut (Covid-19) masyarakat memerlukan kepastian akan perlindungan kesehatan yang memadai. Dengan BeSMART, kami memastikan perlindungan kesehatan di setiap kondisi yang dihadapi nasabah tanpa harus khawatir polisnya menjadi tidak aktif," terang CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman dalam Virtual Press Conference, Senin (8/8/2022)

 

Lebih lanjut Edy menjalaskan, bahwa program BeSMART memiliki  tiga fitur yakni, 100 persen pengembalian premi, fitur jaminan anti lapse yang memastikan polis tetap aktif selama 10 tahun dan juga RoboARMS yang telah terbukti kinerjanya dalam menjaga dan mengoptimalkan nilai investasi polis di segala kondisi.

 

Sebagai bukti, secara rata-rata lebih dari 90 persen  nasabah yang sudah mengaktifkan RoboARMS, kinerja polisnya di atas IHSG. “Be SMART juga menjamin pengembalian premi sebesar 100 persen walaupun nasabah sudah melakukan klaim,” jelas Edy.

 

BeSMART dapat dijangkau dengan mudah dimanapun. Melalui aplikasi iPropose nasabah bisa langsung konsultasi online langsung para agen profesional Generali yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Secara umum, pembayaran klaim pada nasabah sepanjang tahun 2021 sudah mencapai Rp 1 Triliun kepada lebih dari 202 ribu keluarga Indonesia.  Angka tersebut meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy).

 

Dari total klaim tersebut, sebanyak 25 persen adalah merupakan klaim terkait Covid-19 yang secara jumlah kasus mengalami lonjakan sebesar hampir 5 kali lipat dengan lonjakan nilai klaim sebesar 20 kali lipat, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. ”Sementara di bulan Juli tahun ini kami sudah membayar klaim sebasar Rp 500 miliar," jelas CAO (Chief Agency Officer) Generali Indonesia, Sastradinata.

 

Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah agen Generali 11 ribu yang tersebar diseluruh Indonesia.

 

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, tercatat jumlah kepemilikan polis sebesar 17,4 persen dan juga pertumbuhan jumlah tertanggung sebesar 18,1 persen sehingga menjadi 75,45 juta secara industri.  Selain itu, berdasarkan data klaim Generali, sepanjang semester I – 2022 Generali telah embarking klaim sebesar lebih dari R 521 Miliar, di mana di antaranya terjadi kenaikan klaim kesehatan sebesar 45 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang di tahun sebelumnya.

 

Hal ini menandakan bahwa proteksi jiwa dan kesehatan sangat diperlukan, terlebih dengan munculnya berbagai varian baru Covid19 dan juga virus-virus lainnya seperti monkey pox dan sebagainya. (KS-5)

 

 

Komentar