Beberapa Cabor Masukkan Mantan Atlet Porprov Penghuni Puslatda

Cabor Tarung Derajat, Panjat Tebing, Sepatu Roda, Menembak dan Basket

Pengurus Cabor Tarung Derajat, mempresentasikan program kepada pengurus KONI Jatim

KANALSATU - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim), mulai mempersiapkan diri menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh - Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya, dengan melakukan pemanggilan cabang olahraga (cabor).

Pemanggilan ini, sebagai persiapan untuk mengisi skuad Puslatda yang dimulai pada Oktober mendatang.

Dalam pemanggilan ini, KONI Jatim lebih banyak berkoordinasi terkait kesiapan cabor mulai dari proyeksi atlet, proyeksi pelatih, rencana program latihan, sampai proyeksi target medali. 

Paling banyak dibahas terkait potensi atlet. Dari diskusi sementara, beberapa atlet senior di beberapa cabor sudah tidak bisa tampil karena kemampuan maupun pensiun. 

Sebagai gantinya, atlet jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim 2022, menjadi harapan baru dari cabor. Beberapa cabor mendaftarkan atlet jebolan Porprov, yakni panjat tebing, sepatu roda, atletik, menembak, tarung derajat dan basket (5x5 - 3x4). 

Melihat tren yang ada, Wakil Ketua KONI Jatim, Irmantara Subagjo mengaku, atlet jebolan Porprov lalu memiliki potensi yang cukup. 

"Sebenarnya sudah mendekati catatan atlet puslatda, setidaknya 30 persen jebolan Porprov bisa masuk. Menurut saya banyak potensinya kali ini," katanya.

Kendati demikian, teknik yang bagus saja tidak cukup. Kemampuan fisik dan mental, menjadi satu perhatian penting. Karena, pengalaman pasti tertinggal dengan atlet senior maupun calon kompetitor dari berbagai daerah. 

Karena itu, program latihan dari cabor sangat penting untuk menentukan prestasi para atlet. 

"Tinggal gimana kita meningkatkan kemampuan para atlet ini. Selain latihan intensif, pengalaman tanding itu harus diperbanyak. Karena itu, kita harap cabor juga rutin membuat event," terang Ibag, panggilan akrab Irmantara Subagjo.

Menurut Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, yang paling penting dan krusial, setiap cabor harus memiliki atlet untuk mengikuti seluruh pertandingan.

Maka dari itu, Nabil meminta kepada pengurus cabor betul-betul melakukan seleksi kepada atlet dan pelatih sebelum direkomendasikan ke KONI Jatim.

"Jangan sampai hanya setengahnya. Misal, ada cabor mempertandingkan 10 nomor, lalu Jatim ikut satu nomor. Jangan sampai. Malu sebesar Jawa Timur kalau tidak punya atlet," tegasnya. (ega)

 

Komentar