Trias Sentosa Kuartal I/2022 Raih Pendapatan Rp1,1 Triliun

Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan, dan direksi perseroan berbincang usai paparan publik di Surabaya, Jumat (17/6/2022), terkait meningkatnya kinerja penjualan akibat penurunan pandemi Covid-19. (istimewa)

KANALSATU - Emiten flexible packaging film PT Trias Sentosa Tbk. berhasil meraup pendapatan Rp1,1 triliun, menyusul bagusnya kinerja penjualan pada kuartal I/2022.

Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan, mengatakan pasca penurunan pandemi Covid-19, telah berdampak positif pada sektor industri.

Diakui dampak positif itu dirasakan perseroan emiten flexible packaging film atau kemasan Itu, terutama sepanjang kuartal I/2022.

Emiten berkode saham TRST ini pada kurun waktu tersebut, dikatakan berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp1,1 triliun, atau tumbuh sekitar 31,6% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sugeng mengatakan, positifnya kinerja di awal tahun ini membuat perseroan optimis bahwa perseroan yang dipimpinnya akan terus membaik, seiring dengan situasi ekonomi yang  juga terus membaik.

"Jadi peningkatan penjualan ini terjadi seiring dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang mereda," katanya dalam paparan publik di Surabaya, Jumat (17/6/2022).

Lebih jauh dia menjelaskan, meski dunia sudah menuju normal, tetapi industri masih dibayangi oleh kenaikan harga komoditas, dan biaya diatribusi akibat perang Rusia dan Ukraina, serta kelangkaan peti kemas di awal 2022.

"Tetapi perseroan tetap berupaya untuk mengatasi permasalahan itu, sehingga pada kuartal I tahun ini penjualan kami meningkat 31,6%,  sekaligus meraih laba bruto juga meningkat 59,9% menjadi Rp157 miliar," paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sugeng, untuk laba netto periode berjalan juga terdongkrak meningkat 15,4% (Yoy) menjadi Rp58 miliar.

Namun di tengah tingginya harga minyak dunia dan sulitnya mendapat bahan baku, dia mengakui perseroan telah melakukan strategi pengamanan pasokan bahan baku, dan meningkatkan efisiensi. 

Bahkan jika terpaksa, disebutkan peeseroan terpaksa menaikkan harga produk ke konsumen. 

"Masa pandemi dan rantai pasok bahan baku dan barang, memang masih menjadi tantangan ke depan," jelasnya.

Dari data paparan, tercatat pada 2021, perseroan ini berhasil membukukan pertumbuhan penjualan 22,,1% dibandingkan penjualan 2020, disertai peningkatan laba bruto komsolidasi, dan laba netto tahun berjalan konsolidasi, masing-masing sebesar 41% dan 174% (Yoy).

"Keberhasilan kinerja tahun lalu ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar domestik maupun pasar ekspor, disebabkan adanya gangguan rantai pasokan barang secara global terkait pandemi," katanya.

Namun menurut dia, situasi ini telah mendorong kontribusi penjualan di pasar ekspor pada 2021 menjadi 47%, atau naik dibandingkan komposisi ekspor pada 2020, yaitu 44%. Sedangkan di pasar domestik pada 2020 berkontribusi 56%, turun menjadi 53% pada 2021.

Menghadapi hal tersebut Sugeng meyakini kinerja kedepan, didasari investasi yang dilakukan, perseroanya tetap mampu menambah kapasitas produksi.

"Perseroan telah melakukan investasi untuk mesin BOPP (biaxially-oriented polypropylene) atau film polyster sebesar US$40 juta, dan mesin cast polypropylene (CPP) atau film plastik berbahan polypropylene sebesar US$8 juta. Keduanya direncanakan beroperasi pada akhir 2022," ujarnya.

Melalui investasi itu, lanjut Sugeng, estimasi bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 85 orang, serta akan menambah kapasitas produksi. 

"Mesin BOPP akan memiliki kapasitas 30.000 ton/tahun, dan CPP 15.000 ton/tahun, sehingga secara total perseroan memiliki kapasitas produksi mencapai 125.000 ton/tahun," paparnya. (ard)

Komentar