La Nyalla : Mengapa Atlet Gulat Jatim Tidak Dipanggil

Gulat Jatim Juara Umum PON, tapi Tidak Masuk SEA Games Vietnam

Atlet Gulat Jatim saat menjadi Juara Umum di PON Papua 2021, namun tak satu pun diapanggil masuk Pelatnas menuju SEA Games 2022, Vietnam

KANALSATU - Proses pemanggilan atlet gulat, penghuni SEA Games XXXI/2022 mendapat sorotan Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Pasalnya, tidak ada satu pun pegulat Jawa Timur (Jatim) dipanggil untuk tampil di SEA Games. Padahal, Jatim adalah juara umum cabang gulat pada PON Papua lalu. 

"Menpora dan timnya harus tahu masalah ini. Mengapa atlet Jatim tidak dipanggil. Mereka kan juara PON. Menpora harus tanya kepada PB PGSI, KOI, dan KONI. Mengapa atlet Jatim yang juara PON tidak dikirim ke SEA Games," tanya AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, senator asal Jatim ini. 

La Nyalla yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menegaskan jika PON adalah ajang olahraga tertinggi di Indonesia. 

"Dan pegulat Jawa Timur jadi juara. Mengapa tidak satu pun dipanggil untuk pelatnas ? Apakah ada faktor like and dislike di kubu PB PGSI terhadap atlet Jawa Timur? Menpora harus turun tangan terhadap kasus ini," tanyanya. 

Menurutnya, sebagai insan olahraga sportivitas harus dijunjung tinggi. Pengurus Cabor tidak boleh mengedepankan subjektivitas. 

Melihat kondisi sekarang, La Nyalla  menilai, bahwa Tim Review Kemenpora tidak melihat dengan jeli terkait prestasi masing-masing atlet Indonesia ke SEA Games. 

“Berarti Menpora dan timnya tidak melihat lapangannya, ini bukan persoalan fanatisme daerah. Tapi ini demi sportivitas, keadilan dan Merah Putih. Mengapa yang juara umum tidak dipanggil dan masuk tim. Saya pikir ini bukan hanya jadi pertanyaan orang Jawa Timur. Tapi pasti juga jadi pertanyaan semua insan olahraga di Indonesia, terutama insan gulat Indonesia," tegas La Nyalla. 

Pada PON Papua 2021 lalu, kontingen Jatim meraih tujuh medali emas, tujuh perak, dan dua perunggu.

Tujuh medali emas itu diraih oleh, Shintia Eka Arfenda (gaya bebas 50 kg putri), Candra Marimar (gaya bebas 53 kg putri), Varadisa Septi (gaya bebas 76 kg putri), Rachmat Hadi Wijaya (gaya bebas 74 kg), Hasan Sidik (gaya greco-roman kelas 60 kg), Dimas Septo Anugraha (gaya bebas 125 kg), dan Lulut Gilang nomor Greco-Roman kelas 87 kg. 

Sementara, Indonesia mengirimkan enam atlet gulat ke SEA Games Vietnam mendatang, diantaranya empat pegulat putra dan dua pegulat putri. (ega)

Komentar