Hadapi Persoalan Impor, Ginsi 'Curhat' ke PWI Jatim

KANALSATU.COM - Sejumlah permasalahan impor, tidak jarang membuat para importir 'dituduh' menjadi biang penyebab permasalahan tersebut. 

Padahal menurut Medy Prakoso, Wakil Ketua Bidang Organesasi dan Keanggotaan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Jatim, tidak semua masalah impor yang timbul itu akubat ulah importir.

Bahkan parahnya menurut dia, jika muncul berita tentang masalah impor, importir langsung dapat tuduhan importir gelap, importir nakal sampai importir abal-abal.

"Awam pasti menuduh negatif jika terjadi masalah terhadap barang impor itu. Padahal belum tentu seperti itu duduk masalahnya, " katanya saat bertemu sejumlah wartawan dan pengurus PWI Jatim, Senin (24/1/2022), di Kantor PWI Jatim.

Pada kesempatan itu, Medy didampingi beberapa pengurus Ginsi Jatim, yaitu Warsidi (sekretaris), Gede Widiada Sarat (Wakil Ketua), Henky Kurniawan (Kabid Kepabeanan) dan Yuli Maria Lyanawati (Kabid Perdagangan)

Bertolak dari permasalahan tersebut, lanjut Medy, Ginsi Jatim, akan menggandeng PWI Jatim, khususnya Wartawan Seksi Kemaritiman & Kepelabuhan, untuk bersinergi mengurai dan menjelaskan jika terjadi masalah impor.

"Kami akan terbuka dan sesering mungkin berdialog dengan PWI. Semua bisa kita urai koq secara jelas dan terbuka. Karena itu saat ini kita awali kerjasama ini dengan mendatangi Kantor PWI Jatim bersama pengurus Ginsi Jatim," katanya.

Sementara PWI Jatim saat menerima kunjungan Pengurus Ginsi Jatim diwakili oleh Budi Setiawan (Wakil Sekretaris), Sokip (Wakil Ketua), Oki Lukito (Penasehat Seksi), S. Ardiansyah (Ketua Seksi), Jufri Yus (Wakil Ketua Seksi), Rizki (Sekretaris Seksi).

Budi dan Sokip saat ditemui terpisah membenarkan bahwa GINSI siap jalin kerja sama dengan PWI Jatim. "Tentu saja kerjasama itu dilakukan sesuai bidang masing-masing yang terkait dengan Ginsi," jelas Budi.

Berbagai masalah bisa diurai, mulai dari soal impornya atau soal lain yang menjadi penyebab terjadinya masalah serius lain, seperti kongesti. 

"PWI ingin seperti dulu bisa menjalin hubungan dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi-asosiasi. Bisa sinergi dalam kajian-kajian maupun dialog-dialog. Ajak ngobrol atau ngopi bareng. Bukan hanya seminar-seminar saja," tegas Budi yang akrab dipanggil BudiBola itu. 

Sokip pada kesempatan itu menambahkan, Intinya permasalahan impor bagi masyarakat masih banyak yang bias, masyarakat juga perlu edukasi tentang persoalan Impor itu.

"Perlu pelatihan atau tambah ilmu untuk wartawan juga penting. Ini perlu dilakukan rutin. Juga berlaku bagi asosiasi lain di pelabuhan selain Ginsi," tegas Sikip. (ard)

Komentar