PJB Sulap Abu Batu Bara Menjadi Gedung Perpustakaan Digital

Gedung Perpustakaan Digital Putri Kaca Mayang yang bangunan utamanya dibangun menggunakan abu sisa pembakaran batu bara.

 

KANALSATU -   PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) ikut mendukung peningkatan minat baca di Pekanbaru. Salah satunya melalui pembangunan Gedung Perpustakaan Digital Putri Kaca Mayang.

 

Menariknya, pembangunan gedung perpustakaan digital yang berkerjasama dengan Dispusip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) Kota Pekanbaru ini juga merupakan salah satu program CSR PJB melalui PLTU Tenayan yang memanfaatkan Fly Ash Bottom Ash  (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara sebagai bahan bangunan utama 

 

Semenjak diterbitkannya regulasi pemanfaatan FABA yakni  Peraturan Pemerintah (PP) No 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menyatakan bahwa abu batu bara merupakan limbah non B3 terdaftar (tidak berbahaya dan tidak beracun), PJB bergerak cepat untuk memanfaatkan FABA menjadi berbagai barang yang bernilai guna dan bermanfaat untuk masyarakat.

 

General Manager PJB UBJOM Tenayan, Arief Wicaksono menyampaikan bahwa gedung perpustakaan tersebut adalah wujud sinergi yang baik antara PJB dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui perpustakaan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan minat baca dan pengetahuan warga Pekanbaru.

 

“PJB akan selalu hadir dan memberikan kebermanfaatan di seluruh wilayah unit pembangkitnya. Selain menghadirkan nyala terang listrik, kami juga berkomitmen untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Salah satunya adalah melalui CSR yang berupa pemanfaatan FABA menjadi barang yang bernilai lebih dan berguna untuk masyarakat,” ucap Arief.

 

Walikota Pekanbaru, Firdaus juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan PJB, terutama dalam sinergi dan kerja sama yang apik ini dalam mendorong pembangunan Kota Pekanbaru.

 

“Bantuan pembangunan perpustakaan ini sangat bermanfaat khsususnya dalam membangun minat baca masyarakat Pekanbaru.  Saya mewakili Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sinergi antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan PT PJB UBJOM PLTU Tenayan, sehingga bangunan berbasis FABA ini dapat terwujud,” ucapnya.

 

Sebelumnya, PJB telah menandatangi MoU dengan Pemerintah Kota Pekanbaru dan Perjanjian Kerjasama dengan DLHK Pekanbaru tentang pemanfaatan FABA yang aman bagi lingkungan dan kesehatan. Dalam kerja sama tersebut PJB menggunakan abu batu bara sebesar 60% untuk menggantikan semen dalam pembangunan fasilitas umum.

 

Material abu batu bara sisa pembakaran di PLTU Tenayan dengan teknologi boiler minimal Circulating Fluidized Bed (CFB)  merupakan limbah yang tidak berbahaya dan tidak beracun. Pembakaran dilakukan pada temperatur tinggi, sehingga kandungan unburnt carbon di dalamnya menjadi minimum.

 

Hasil data dari uji karakteristik terhadap abu batu bara dibeberapa PLTU yang dilakukan oleh Kementerian LHK tahun 2020 menunjukkan bahwa FABA PLTU masih di bawah baku mutu karakter berbahaya dan beracun.

 

Selain itu, hasil evaluasi dari referensi yang tersedia menyatakan bahwa hasil uji Prosedur Pelidian Karakteristik Beracun atau Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) terhadap limbah FABA dari 19 unit PLTU, memberikan hasil uji bahwa semua parameter memenuhi baku mutu.

 

Abu batu Bara dari kegiatan PLTU dengan teknologi boiler minimal Circulating Fluidized Bed (CFB) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi pengganti semen / pasir, bahan batako dan paving block, roadbase, bahan baku pembuatan refraktori cor, penimbunan dalam reklamasi tambang, pupuk,  substitusi kapur untuk menetralkan air asam tambang, memperbaiki kondisi fisik tanah dan media tanam untuk revegetasi lahan bekas tambang. (KS-5)

 

 

Komentar