Saatnya Dengarkan Suara Anak

Unicef dan Akatara JSA Gelar Perayaan Hari Anak Sedunia

CFO Unicef Surabaya Ermi Ndoen bersama anak--anak saat World Children's Day di Balai Pemuda, Surabaya, Sabtu (27/11/2021).

 

KANALSATU – “Kami anak Jawa Timur berharap kepada pemerintah untuk memberikan pendidikan parenting kepada orang tua dan calon orang tua serta memberikan pelatihan, fasilitas, dan modal berwirausaha untuk mengurangi angka Perkawinan Usia Anak (PUA),” kata Neysa Christiana dari Forum Anak Surabaya.

Semantara Aulia Maresa berharap pemerintah dapat memberikan penanganan khusus kepada pelaku dan korban kekerasan serta pelecehan seksual dan memperluas akses pelaporan dengan aplikasi khusus.

Beberapa suara anak lainnya adalah berharap pemerintah mengoptimalkan pendataan, fasilitas penunjang hidup bagi anak yang ditinggal orang tuanya akibat Covid-19, memberikan pekerjaan bagi orang tua, serta memberikan beasiswa khusus kepada anak yang kurang mampu secara ekonomi untuk mengurangi angka putus sekolah, eksploitasi anak, dan anak terlantar.

Kemudian berharap kepada orang tua untuk memberikan pengawasan lebih akan penggunaan gadget serta berharap kepada pemerintah dan OPD terkait untuk membatasi konten atau aplikasi kepada pengguna internet dengan usia anak. Yang kelima, anak-anak Jawa Timur berharap pemerintah dapat mengoptimalkan layanan psikolog serta masyarakat dan anak mendapatkan edukasi pentingnya kesehatan mental.

Dan terakhir anak-anak berharap pemerintah memberikan transportasi sekolah yang ramah anak, membangun tempat bermain anak, dan memberikan Pusat Kreativitas Anak (PKA).

Hal ini disampaikan anak-anak dari berbagai kota di Jawa Timur dalam Perayaan Hari Anak Sedunia yang diselenggarakan Unicef bersama Yayasan Akatara JSA di Balai Pemuda, Surabaya, Sabtu (27/11/2021). Sesuai dengan tema acara yaitu #DengarkanAnakMuda, anak-anak yang merupakan siswa SD-SMP ini menyampaikan harapan, keresahan dan aspirasi mereka di depan perwakilan pemerintah

CFO Unicef Surabaya, Ermi Ndoen mengatakan dalam peringatan hari anak internasional, setiap tahunnya anak-anak diberi kesempatan menyuarakan suara dan aspirasinya. "Anak-anak ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu suara anak-anak ini sangat penting," ujarnya saat membuka World Children's Day.

Saat pandemi, dikatakan Ermi anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah. Meskipun demikian bukan berarti mereka berhenti melahirkan kreativitas. Dan ini terbukti dari beragam karya yang muncul dari anak-anak selama pandemi.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Ikhsan yang hadir di acara ini menuturkan tentang kisah anak kerang dan ibu kerang. Anak kerang mengadu ke ibunya bahwa banyak pasir yang masuk ke badannya dan membuatnya perih.

Ibu kerang pun tidak bisa berbuat banyak selain meminta anaknya bersabar. Si anak kerang pun patuh pada sang ibu meskipun menanggung perih. Setelah bertahun-tahun, pasir-pasir tadi semakin menumpuk hingga akhirnya menjadi mutiara yang sangat indah.

Ini juga yang akan dialami anak-anak ini. Meskipun saat ini menghadapi kondisi yang kurang menyenangkan, namun jika bisa menyikapinya dengan tepat, maka mereka akan terasah dan kuat. Dan inilah kualitas yang dibutuhkan sebagai pemimpin dunia.

World Children's Day tahun ini diselenggarakan selama dua hari. Di hari pertama anak-anak dari Surabaya, Jombang, Bangkalan dan Pamekasan menggelar rapat pleno yang menghasilkan kesepakatan suara anak di masa pandemi.

Selain menggelar pleno anak, mereka juga mendapat pelatihan soft skill public speaking yang akan bermanfaat bagi mereka di masa mendatang.

Pada selebrasi hari ini, ditampilkan beragam penampilan seni dari anak yaitu pembacaan puisi dan Kidungan Jula Juli. Sebagai pembuka acara ditampilkan pula tarian remo. (KS-5)

Komentar