Gelar INAPRO Expo 2021, Kadin Jatim Dukung Penguatan Ekspor Indonesia

(kiri-kanan) Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Kadin Indonesia M. Arsjad Rasjid serta Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto saat membuka pameran INAPRO EXPO 2021 di Grand City Convex, Surabaya.

 

KANALSATU – Di tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, semua pihak perlu bersinergi untuk meningkatkan ekspor produk nonmigas. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) JATIM bersama berbagai asosiasi menggelar INAPRO EXPO 2021.

Pameran hybrid ini diikuti kurang lebih 100 stand dari Organisasi Peringkat Daerah (OPD) pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten – Kota Seluruh Jawa Timur, Bumn/Bumd, Asosiasi, Pelaku usaha, dan masih banyak lainnya.

Pameran yang mengangkat tema “Product Local to Global Market” ini berlangsung selama empat hari yaitu 25 – 28 November 2021 di Grand City Convex, Surabaya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menyambut baik pelaksanaan pameran ini untuk pemulihan ekonomi nasional dalam mendukung kemajuan UMKM, dukungan dari semua pihak terlibat dan ikut bergerak. Caranya dengan memberikan tempat-tempat terbaik bagi UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya.

Didi mengungkapkan pada triwulan III/2021 Indonesia tumbuh sebesar 3,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Dan selama 19 bulan terakhir neraca perdagangan mengalami surplus.

Bahkan pada bulan Oktober 2021 surplus perdagangan Indonesia mencetak rekor tertinggi sebesar USD 5,7 miliar dan secara kumulatif kinerja ekspor Januari hingga Oktober 2021 mencapai USD 186,3 miliar naik 41,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Jika peningkatan ekspor ini konsisten sampai akhir tahun, maka Indonesia akan mendapatkan ekspor tertinggi dalam sejarah. Karena sebelumnya ekspor tertinggi sebelumnya  terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar USD 203 miliar. Tren positif ini tidak lepas dari peran vital pengusaha secara konsistensi bersama pemerintah melakukan perbaikan  kinerja ekspor," ujarnya. 

Namun Indonesia harus tetap waspada terhadap tantangan perdagangan global saat ini yang semakin kompleks. Kemungkinan ancaman krisis energi, krisis pangan, persaingan era digital, kenaikan harga komoditas, perubahan global suplai change, isu lingkungan serta perubahan iklim. 

"Dalam mendorong kinerja perdagangan kementerian perdagangan mempunyai beberapa strategi antara lain memelihara pangsa pasar ekspor tradisional dan menjaga nilai ekspor produk utama dan sekaligus memanfaatkan peluang ekspor di pasar non tradisional sebagai ekspor pasar alternatif, antara lain Afrika timur tengah eurasia Amerika latin melalui kegiatan partisipasi aktif pameran dagang dan misi dagang," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa ekonomi Jatim adalah yang terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Dan pada triwulan III/2021 kontribusi ekonomi Jatim terhadap nasional mencapai 14,54%.

Sedangkan kontribusi Jatim terhadap ekonomi Jawa mencapai 25,33%. Tetapi posisi ekspor luar negeri mengalami defisit. Untuk itu perlu upaya meningkatkannya.

"Dan saya sangat berterima kasih karena Kadin telah menyiapkan tutor, asesor yang bersertifikat. Dan apa yang coba kita lakukan dengan berbagai ikhtiar dari lokal produk ke global market menjadi suatu harapan baru. Strong partnership harus terus diperkuat," tandasnya.

Senada, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid mengungkapkan bahwa saat ini telah terjadi dua peperangan, yaitu perang melawan pandemi dan perang ekonomi. Perang melawan pandemi harus dimenangkan karena kalau tidak memenangkan maka roda ekonomi tidak bisa jalan dan semua tidak akan merasa aman.

Yang kedua adalah perang ekonomi, bagaimana perang dagang antar China dengan Amerika serta Rusia sehingga menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif.

Ia menyontohkan industri mebel di mana pada hari ini mendapatkan demand sangat besar dari Erika yang tidak pernah mendapatkan demand dari Amerika serikat sebesar hari ini. Ini adalah sejarah, karena adanya perang dagang antara China dengan Amerika.

Dan pada saat ini produk Indonesia banyak yang diinginkan diantaranya adalah apparel dan tekstil yang selama ini dianggap sunset industri. ”Peminatan dari luar negeri sangat besar. Ini adalah suatu peluang yang tidak boleh diabaikan," kata Arsyad

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengungkapkan bahwa Pameran INAPRO Expo 2021 adalah akumulasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kadin Jatim untuk membantu percepatan ekonomi Jatim dan dukungan atas program Jatim Bangkit yang dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Adik menegaskan, sejauh ini Kadin telah melakukan berbagai kegiatan untuk penguatan UMKM agar bisa naik kelas, diantaranya adalah membimbing dan menciptakan pendamping UMKM bersertifikat. Selain itu, bersama Bank Indonesia dan Pemprov Jatim, Kadin Jatim juga telah mendirikan Rumah Kurasi yang bertugas menstandarkan produk UMKM agar bisa diterima di pasar global.

“Agar Rumah Kurasi ini bisa bekerja maskimal membantu UMKM, Kadin Jatim bersama BNSP telah membimbing dan melatih serta mensertifikasi sekitar 5 kurator di setiap kabupaten kota di seluruh Jatim. Dan kami menargetkan ada sekitar 1.000 produk yang bisa dikurasi,” tandas Adik.

Kadin Jatim bersama Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim juga telah mendirikan Export Center Surabaya sebagai upaya membawa produk UMKM “Go Global Market”. “Ini menjadi paket lengkap yang dimiliki Kadin Jatim untuk membawa produk dalam negeri ke pasar global,” katanya.

Disisi lain, Adik juga mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Timur bersama-sama menggelorakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI.

Dengan memilih produk lokal, maka akan ada banyak pengusaha UMKM dan petani kecil yang terbantu. "Jangan sampai pasar Indonesia yang sangat besar ini justru dikuasai produk asing,” tegas Adik. (KS-5)

Komentar