Indosat Ooredoo Terus Tingkatkan Jaringan 5G di Surabaya

SVP Head of Regional East Java dan Bali Nusra Indosat Oreedoo, Soejanto Prasetyo (tengah) saat pers conference, Selasa (23/11/2021).
KANALSATU – Indosat Ooredoo telah meluncurkan jaringan 5G secara komersial di Surabaya. Hingga saat ini sudah ada 13 BTS 5G yang dibangun di Surabaya.

Saat ini Indosat Ooredoo memiliki 62 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2500 diantaranya adalah pelanggan 5G.

”Di Surabaya, jaringan 5G kita sudah ada di sekitar ITS, Kayoon-Panglima Sudirman, bandara serta beberapa pusat perbelanjaan,” kata SVP Head of Regional East Java dan Bali Nusra Indosat Oreedoo, Soejanto Prasetyo saat media gathering di Surabaya, Selasa (23/11/2021). Seiring dengan terus bertambahnya jumlah pelanggan 5G di Surabaya, Indosat Ooredoo tentu akan menambah coverage 5G-nya.

Setelah Jakarta, Solo, Surabaya dan Makassar, Indosat Ooredoo akan menghadirkan layanan 5G di satu kota lagi. Dengan demikian di tahun ini layanan 5G Indosat Ooredoo bisa dinikmati masyarakat di lima kota di Indonesia.

Soejanto menambahkan, Indosat Ooredoo optimistis kinerja revenue atau pendapatan hingga akhir tahun ini bisa tumbuh sekitar 11 – 12% sejalan dengan semakin meningkatnya pengguna maupun layanan Indosat Ooredoo.
Untuk mencapai target tersebut, Indosat Ooredoo berupaya menjalankan sejumlah strategi termasuk diantaranya membangun network yang kuat untuk menambah jumlah pelanggan. Soejanto menambahkan jaringan Indosat Ooredoo juga terus diperkuat dengan melakukan investasi penambahan Base Transceiver Station (BTS) yang hingga kini di wilayah Jatim, Bali Nusra sebanyak 6.000 BTS.

“Jadi jangkauan operator kami di Jatim, Bali Nusra sudah semakin luas. Di mana ada penduduknya, di situ kita semua hampir punya jaringan 4G. Bahkan di pelosok seperti Nusra, kita bangun Universial Service Obligation (USO), semacam jaringan dengan lingkup kecil untuk menjangkau pelosok khusunya wilayah timur,” jelasnya.

Dari keseluruhan jumlah pelanggan Indosat Ooredoo secara nasional, wilayah Jatim, Bali dan Nusra berkontribusi sekitar 20% dari total Nasional.

Soejanto menambahkan untuk saat ini komposisi pasar Indosat Ooredoo di segmen Business to Customer (B2C) masih mendominasi yakni sebesar 65 – 70%. Sedangkan segmen business to Business (B2B) masih sekitar 30 – 35%.

“Tahun ini menjadi momentum kami untuk memperbesar segmen B2B, salah satunya dengan hadirnya 5G. Fokus Indosat tidak hanya komunikasi tetapi sudah ekspan ke dunia digital lainnya dari mulai IoT, Big Data, dan Artificial Intelligence (AI). Nah kita sudah persiapkan ke arah sana lewat 5G dan kerja sama dengan Cisco dan Google,” ujarnya. (KS-5)
Komentar