Sabet Emas PON Papua, Sarah Tria Monita Tak Tertandingi

Sarah Tria Monita

KANALSATU - Sarah Tria Monita tak terbendung di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Pesilat andalan Jawa Timur ini menjadi yang terbaik dan berhak meraih medali emas saat mengkandaskan pesilat Jawa Barat, Shalima Lushiana partai final kelas E (65-70 Kg) Putri yang berlangsung di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (12/10/2021). 

Sarah menghajar Shalima dengan skor telak 3-0. Atas hasil tersebut, Shalima harus puas dengan medali perak. Sedangkan medali perunggu menjadi milik dua pesilat. Yakni, Nia Larasari dari Sumatera Selatan (Sumsel) dan Rizka Andini asal Sumatera Utara (Sumut).

Sarah mengaku pertandingan di babak pertama cukup menyulitkan. Sebab sebelumnya dia biasa turun di kelas C, dan sekarang main di kelas E. “Ini baru pertama kali main di kelas E. Jadi lawannya juga agak berat. Badannya berat dan cara permainnannya juga belum tahu. Saya cuman lihatnya dari video-video saja,” ujar Sarah usai pertandingan.

Tapi akhirnya, Sarah dapat menguasai pertandingan dan meraih medali emas. Capain itu dipersembahkan untuk anak dan keluarga, tim pencak silat serta masyarakat Jatim. “Mendali emas ini saya persembahkan untuk anak yang usianya sekarang sudah 2 tahun 4. Saya persembahkan juga untuk tim pencak silat dan seluruh masyarakat Jatim pastinya,” ungkapnya.

Pelatih pencak silat Jatim Karyono menambahkan, Sarah memang mengalami kesulitan di awal pertandingan agak berat. Sebab lawannya termasuk wajah baru dan sebelumnya tidak pernah bertemu.

“Memang generasi Jawa Barat itu muka baru atau bibit baru, dia menarik dari remaja. Tetapi secara kemampuannya sudah tidak kalah, hanya dia kalahnya di pengalamannya saja. Seandainya dia lebih sabar lagi, kami yang pusing. Tetapi bagaimanapun juga pengalaman adalah segala-galanya,” imbuh Karyono.

Capain Sarah melengkapi koleksi medali kontingen Jatim. Sebelumnya, tim pencak silat Jatim sudah meraih 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali perak Jatim disumbangkan Surya Ningtyas di kelas C (60-65 kg) putri. Sementara perunggu di raih Eko Febrianto di kelas J (90-95 kg) putra dan Ahmad Zein Fauzi di kelas H (80-85 kg) putra.(ks/7)

Komentar