Renang Jatim Gondol 4 Emas, sekaligus Pecahkan 3 Rekor

PON XX 2021 Papua

M Nabil Ketua Harian KONI Jatim, memberikan bonus mentas dan bonus pecahkan rekor, kepada perenang Adinda Larasati, peraih emas 100 m gaya kupu - kupu sekaligus emas 800 m gaya bebas

KANALSATU - Kontingen Jawa Timur (Jatim), terus mengumpulkan pundi - pundi medali emas. Cabang olahraga (cabor) renang, hari kedua dilombakan anak buah Riswanda sudah mengoleksi 4 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu, di Arena Akuatik, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/10/2021) malam. 

Empat medali emas itu, diraih Ressa Kania Dewi nomor 200 m putri gaya dada, dengan catatan waktu  2:33,97, sekaligus memecahkan rekor PON atas nama Rita Mariani 2:36,13. Sedangkan medali perak, diraih Ananda Treciela Vanesae Evato (Riau) 2:34,51. Medali perunggu Eva Lilian (Bali).

Adinda Larasati Dewi, memborong dua medali emas di nomor 100 m kupu - kupu dengan catatan waktu 1:01,65, sekaligus memecahkan rekor milik Angel Gabriela Yus 01:01,66 di PON 2016.

Medali perak, diraih Angel Gabriel Yus (DKI Jakarta) 1:01.74 dan perunggu Hanna Christiana Purnaninda (Jateng) 1:03,27.

Adinda Larasati, meraih emas kedua pada nomor 800 m gaya bebas putri, sekaligus memecahkan rekor PON dengan waktu 08:59,78. Rekor sebelumnya, Raina Saumi 09:01,98 di PON 2012.  Untuk medali perak direbut Raina Saumi Grahara (Jabar) 3:20,76 dan perunggu Ressa Kania Dewi (Jatim) 3:20,86.

Di sektor putra, perenang Jatim, Glenn Victor Sutanto dari nomor 100 m gaya kupu - kupu putra dengan waktu 54,32 detik. Medali perak Joe Aditya Kurniawan (DKI)  54, 50 detik dan perunggu Triady Fauzi Sidiq (Jabar) 55,89 detik.

Hingga saat ini di cabor renang, Jatim sementara menempati posisi teratas, mengoleksi 6 emas, 5 perak dan 1 perunggu. Menyusul urutan kedua DKI Jakarta, dengan 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Di peringkat ke tiga Jabar,  2 emas, 2 perak dan 1 perunggu.

Pelatih Renang Jatim, Chusaini Matlek mengatakan ada beberapa kejutan di lomba kali ini, yakni pemecahan rekorn PON Ressa Kania Dewi. Sebab, kata dia, atlet tersebut  terkenal dengan spesialis renang jarak jauh gaya ganti. Namun, saat diturunkan di 200 m gaya dada, justru berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekor PON.

"Kejutan lainnya, sebelum lomba Adinda mengeluh sakit kepala dan itu membuat kita ketar-ketir. Tapi alhamdulillah berhasil meraih emas dan memecahkan rekor PON," ungkap Chusaini.

Harapannya, di lomba selanjutnya perenang Jatim kembali mendulang medali emas. "Saya minta doa masyarakat Jatim agar renang bisa kembali meraih emas," pintanya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Jatim M Nabil mengaku bangga dengan kerja keras atlet renang Jatim bisa meraih emas. "Semua nomor semoga bisa direbut perenang Jatim," ujarnya. (ks-6)

Komentar