Dukung Vaksin Gotong Royong, Kadin Jatim Gandeng RS Swasta di Surabaya dan Gresik

(Kiri) Ketua umum Kadin Jawa Timur Adik dwi Putranto saat menanda tangani MoU tentang kerjasama kesiapan dan ketersediaan tempat dan pelayanan fasilitas kesehatan Vaksin gotong royong bersama Koordinator Pemasaran & Operasional Pelayanan RS Semen Gresik dr. Tolib Bahasuan.


KANALSATU - Dunia usaha di Jawa Timur menanti pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong (VGR) yang ditargetkan bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Agar nantinya pelaksanaan vaksinasi tersebut berjalan dengan lancar, sejumlah rumah sakit swasta juga telah menjalin kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Tercatat, sudah ada dua RS Swasta besar di Surabaya dan Gresik yang telah bekerjasama, yaitu RS PHC dan RS Semen Gresik. RS PHC telah melakukan penandatanganan MoU dengan Kadin Jatim pada Rabu (19/5/2021), sementara RS Semen Gresik melakukan penandatanganan pada Kamis (28/5/2021).

Selain RS PHC dan RS Semen Gresik, ada tiga lagi Rumah Sakit yang telah datang dan melakukan perbincangan dengan Kadin Jatim, yaitu RS Premier Surabaya, RSI Siti Hajar Sidoarjo dan salah satu fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) milik PTPN XII di Jember.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa penandatanganan kerjasma ini dalam rangka mempersiapkan fasyankes untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong atau VGR di Jawa Timur.

"Jadi, jika sewaktu-waktu vaksin datang di Jatim, maka fasyankes sudah siap sehingga vaksinasi bisa secepatnya diberikan kepada tenaga kerja, tidak memerlukan waktu lama lagi," tegas Adik Dwi Putranto ketika dikonfirmasi, Surabaya, Senin (31/5/2021) malam.

Menurut penjelasannya, ada sejumlah persyaratan untuk Rumah Sakit yang bakal bekerjasama, yaitu ketersediaan infrastruktur pendukung yang dimilki, misalnya memiliki ruang penyimpanan vaksin, memiliki mobile care kesehatan yang ada box untuk penyimpanan vaksin, serta memiliki mobile ambulan.

"Karena pemberian vaksin tidak harus karyawan datang ke rumah sakit, bisa juga pihak rumah sakit yang harus menyediakan layanan pemberian vaksin di perusahaan yang bersangkutan," ujarnya.

Hingga penutupan periode ketiga pendaftaran VGR, jumlah industri di Jatim yang telah mendaftar secara online tercatat mencapai 2.443 perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 541.976 tenaga kerja. Sementara Kadin Jatim menargetkan, industri di Jatim akan mendapatkan alokasi VGR sebanyak 2 juta vaksin.

"Karena yang berminat masih sangat banyak. Bahkan saat ini ada sekitar lima ratusan industri yang ingin mendaftar tetapi belum terlayani," tandas Adik.

Dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang bakal divaksin, maka Adik berharap ada sekitar lima rumah sakit lagi yang bakal bekerjasama.

"Kalau sekarang sudah ada sekitar lima rumah sakit yang telah dan akan bekerjasama, maka minimal ada lima rumah sakit lagi yang dibutuhkan untuk bekerjasama dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong di Jatim. Kota-kota industri harus ada satu rumah sakit yang bekerjasama, misalnya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Kediri juga harus ada karena disana ada satu perusahaan yang telah mendaftarkan 40 ribu karyawannya untuk mendapatkan vaksin," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pemasaran & Operasional Pelayanan RS Semen Gresik dr. Tolib Bahasuan mengungkapkan bahwa kerjasama dilakukan guna mempermudah dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

"Kami berharap, rekanan perusahaan yang sudah kerjasama dengan kami di luar vaksin gotong royong itu bisa kami fasilitasi, sehingga perusahaan tidak kesulitan bila nanti vaksin gotong royong ini sudah berjalan. Jadi intinya, kerjasama ini untuk mempermudah perusahaan yang membutuhkan vaksin gotong royong," terang Tolib Bahsuan.

Ia menegaskan, ada banyak perusahaan di sekitar Gresik yang telah kerjasama dengan RS Semen Gresik, apalagi Gresik adalah kota industri. Dunia usaha umumnya menanyakan pelaksanaan vaksin gotong royong untuk perusahaan.

"Dari hasil diskusi kami dengan rekanan perusahaan itu tercetus bahwa kami harus kerjasama dengan Kadin karena semua perusahaan proses pendaftarannya harus melalui Kadin. Setelah itu dengan adanya kerjasama ini kami berharap pemberian vaksinasi gotong royong untuk perusahaan di Gresik dan sekitarnya bisa diarahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan RS Semen Gresik," terangnya panjang lebar.

Optimisme RS Semen Gresik dalam melayani pemberian vaksin karena kelengkapan infrastruktur yang mereka miliki. "Kami memiliki rumah vaksin yang jauh dari layanan yang ada. Di musim pandemi ini, kami memang berkomitmen membuat layanan khusus Fasilitas Vaksinasi RS Semen Gresik yang jauh dari tempat layanan pasien reguler sehingga kalau kunjungan ke sana lebih aman," tambahnya.

Kedepan, jika Vaksin Gotong Royong sudah dilaksanakan, RS Semen Gresik akan menggunakan rumah vaksin tersebut untuk beberapa perusahaan yang akan melaksanakan vaksin gotong royong, selain juga akan menyediakan layanan on-site di tempat perusahaan.

"Sehingga perusahaan tidak harus datang ke tempat kami. Jadi ada dua pilihan, bisa memilih dilakukan di Rumah Vaksin RS Semen Gresik atau kami melakukan tindakan vaksin di perusahaan tersebut," pungkasnya. (KS-5)
Komentar