Daging Ayam Ras dan Emas Perhiasan Jadi Penyebab Inflasi Jatim



KANALSATU – Pada Bulan April 2021, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran, delapan kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi dan dua kelompok tidak mengalami perubahan.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,30 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu sebesar 0,03 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2021 antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ayam hidup, cabai merah, ketupat atau lontong sayur, pepaya, pemeliharaan atau service, semangka, minyak goreng dan apel.

”D aging ayam ras memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,06 persen, ayam hidup dan cabai merah masing-masing sebesar 0,02 persen, telur ayam ras, anggur, apel, jeruk, pepaya, pisang, semangka, cabai merah, minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi, yaitu cabai rawit sebesar 0,13 persen, beras sebesar 0,03 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen serta ikan mujair, kangkung, dan tempe masing-masing sebesar 0,01 persen,” jelas Dadang saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) secara veritual, Senin (3/5/2021).

Berdasarkan penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jawa Timur selama April 2021, seluruhnya mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Sumenep sebesar 0,53 persen, kemudian diikuti Kediri sebesar 0,31 persen, Malang sebesar 0,10 persen, Probolinggo dan Surabaya sebesar 0,09 persen, Jember sebesar 0,08 persen, Madiun sebesar 0,06 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi terendah yaitu Banyuwangi sebesar 0,02 persen.
Komentar