Kemudahan Perizinan Administrasi Investasi dan Usaha Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif



KANALSATU - Kemudahan proses administrasi dan perizinan usaha di sebuah wilayah menjadi salah satu pendorong iklim investasi yang kondusif. Hal tersebut dipastikan akan mampu dan berimbas pada daya tarik investor, keramahan bisnis serta kebijakan yang kompetitif.

"Jika ketiga hal tersebut bisa terkelola dengan baik, maka laju pertumbuhan ekonomi akan dapat terus berkembang meski dalam masa pandemi. Maka, penting untuk membuat proses administrasinya menjadi mudah," ujar Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri penutupan Rapat Koordinasi "Pengendalian Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur" yang diselenggarakan Ikatan Ahli Perencana (IAP) Provinsi Jatim di Surabaya, Kamis (29/4/2021).

Lebih lanjut Emil menyampaikan, persoalan kemudahan administrasi dan perizinan usaha merupakan amanah UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) yang menyoroti penyelenggaraan penataan ruang. Menurutnya, fokus penerapan perizinan berbasis risiko, penyederhanaan persyaratan dasar perizinan berusaha, penyederhanaan perizinan berusaha sektor, serta penyederhanaan persyaratan investasi berperan aktif dalam peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha.

"Jadi, kalau memang tidak terlalu berisiko, administrasinya tidak harus dipersulit. Tapi kalau berisiko, tentu harus ada proses safe-guard atau proses mitigasi risiko-risiko tersebut," lanjutnya.

Jawa Timur sendiri, sebut Emil, saat ini menjadi salah satu primadona investasi Indonesia dengan total realisasi investasi PMA dan PMDN mencapai 55,70 %. Angka tersebut merupakan yang tertinggi.

"Disusul Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan persentase masing-masing 51,40 persen dan 43,00 persen," jelasnya.

Menurut Emil, Jatim memiliki tiga poros investasi yang menjadi fokus rencana pembangunan jangka menengah daerah untuk 2019 - 2024. Tiga poros tersebut meliputi, Gresik-Lamongan-Tuban, Jombang-Nganjuk-Madiun-Ngawi, serta Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.

Meski begitu, pemerintah saat ini juga berkonsentrasi dalam meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

"Jawa Timur merupakan motor penggerak ekonomi nasional dan pintu gerbang aktivitas ekonomi bagi penduduk Indonesia bagian timur (IBT). Jadi, membangun Jatim juga merupakan upaya memacu aktivitas ekonomi IBT," terangnya.
(KS-11)
Komentar