Peringati Harkonas, Pemerintah Terus Edukasi Konsumen dan Pelaku Usaha

(Ki-ka) Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Koordinator Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal Halim, Anggota DPR RI Arzetti Bilbina dan Ketua TP PKK Prov. Jatim, Arumi Bachsin seusai talkshow Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2021 di Surabaya, Selasa (20/4/2021).

KANALSATU – Di masa pandemi Covid-19, pemerintah terus mendorong tingkat konsumsi masyarakat untuk memulihkan kembali perekonomian bangsa. Namun sayangnya hak-hak konsumen sering kali diabaikan.

“Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, konsumsi rumah tangga Indonesia pada kuartal ke-2 tahun 2020 mengalami penurunan. Salah satu upaya menumbuhkan kembali ekonomi Indonesia adalah dengan meningkatkan konsumsi produk dalam negeri. Indonesia adalah bangsa yang besar, mari menjadi konsumen di negeri sendiri dan bersama-sama pulihkan ekonomi bangsa,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat talkshow Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2021 di Surabaya, Selasa (20/4/2021).

Untuk membangun semangat perlindungan konsumen yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pada tahun 2012, pemerintah menetapkan 20 April sebagai Hari Konsumen Nasional (Harkonas). Tahun ini, peringatan Harkonas ke-9 mengusung tema ‘Konsumen Berdaya Menuju Indonesia Maju’ dengan subtema ‘Konsumen Berdaya Pulihkan Ekonomi Bangsa’.

”Dengan 270 juta penduduk, behaviour konsumen di Indonesia antara yang berpendidikan dan tidak berpendidikan 50:50. Konsumen Indonesia kebanyakan nerimo saja. Kami ingin konsumen mendapatkan empowerment untuk mendapatkan haknya,” jelas Lutfi.

Hasil survei Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) tahun 2020 yang dilakukan Kementerian Perdagangan di 34 provinsi menunjukkan, keberdayaan konsumen nasional berada pada level 49,07 atau berada pada level Mampu. Yang artinya konsumen sudah mengenali haknya, menentukan pilihan terbaik, termasuk menggunakan produk dalam negeri, namun belum aktif memperjuangkan haknya.

”Angka tersebut sebenarnya sudah bagus tapi kami tentu ingin agar lebih tinggi lagi,” ujar Lutfi tanpa menjelaskan lebih lanjut target IKK yang ingin diraih tahun 2021.

Bagi pemerintah, Harkonas memperkuat keinginan untuk mengembangkan upaya perlindungan konsumen. Bagi masyarakat, Harkonas menjadi pendorong dalam gerakan konsumen cerdas.

Sedangkan bagi pelaku usaha, Harkonas menjadi motivator dalam memastikan barang dan jasa yang diberikan kepada konsumen adalah yang terbaik serta mendorong pelaku usaha dalam negeri meningkatkan daya saing produknya.

Selain itu, penetapan Harkonas ditujukan agar semakin banyak pihak yang termotivasi membangun konsumen cerdas dan semakin banyak pelaku usaha yang beretika dalam menjalankan usahanya.

Koordinator Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal Halim mengatakan pihaknya terus melakukan edukasi ke masyarakat.

”Dengan edukasi, kami yakin bisa melahirkan konsumen yang cerdas dan kritis yang bisa memulihkan kembali perekonomian bangsa,” ucap Koordinator Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal Halim. (KS-5)

Komentar