Mudahkan Konsumen Miliki Hunian, REI Jatim Gandeng BSI

Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy (dua dari kanan) dan CEO Regional IX PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Ali Muafa (dua dari kiri) sesuai penandatanganan kerjasama, Jumat (16/4/2021).

KANALSATU – Sektor properti tidak terlepas dari imbas pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia. Namun demikian, kalangan pelaku usaha properti meyakini pasar akan berangsur membaik, terlebih dengan adanya stimulus dari pemerintah.

Guna menggairahkan kembali pasar properti di Jawa Timur, DPD REI (Real Estate Indonesia) Jatim melakukan kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia Region IX Jawa Timur.

”Dari kerjasama ini harapannya terutama bisa meningkatkan serapan properti di Jawa Timur” ujar Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy seusai Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyediaan Fasilitas Pembiayaan Kepemilikan Rumah antara PT Bank Syariah Indonesia Region IX Surabaya dengan DPD REI Indonesia Provinsi Jatim, Jumat (16/4/2021) di Surabaya.

Soesilo mengatakan, hingga saat ini skema KPR masih mendominasi penjualan perumahan di Jawa Timur. ”80 persen penjualan perumahan mengandalkan KPR bank,” jelasnya.

Mengenai pasar properti di tahun ini, Soesilo yakin akan kembali bergairah. Hal ini ditunjang dengan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian rumah tapak dan rumah susun oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK.010/2021 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Unit Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (DTP) tahun anggaran 2021.

PMK ini telah resmi berlaku sejak diundangkan pada tanggal 1 Maret 2021 dan ditandatangani langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta.

CEO Regional IX PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Ali Muafa dalam kesempatan yang sama menuturkan pihaknya menawarkan margin yang kompetitif. ”Selama ini ada anggapan bahwa margin di bank syariah lebih tinggi. Karena itu kami memiliki tagline “BSI tidak mahal”,” ujar Ali.

BSI sendiri memiliki produk andalan pembiayaan perumahan yaitu BSI Griya Hasanah. Dikatakannya, hingga saat ini margin KPR BSI masih yang paling rendah dibandingkan perbankan lain.

Di Jawa Timur sendiri, portofolio pembiayaan griya dari tiga bank syariah yang membentuk BSI yaitu Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah sekitar Rp 5,6 persen. "Mungkin jika dibandingkan teman-teman di bank konvensional ini tidak seberapa. Tapi kredit perumahan ini sekitar 60 persen dari keseluruhan portofolio pembiayaan consumer kami," jelas Ali.
(KS-5)

Komentar