Pemprov Jatim Dukung Kebijakan Larangan Mudik



KANALSATU - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendukung kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang melarang mudik Lebaran 2021. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berdasarkan pengalaman libur panjang sebelum sebelumnya, kemudian terdapat peningkatan kasus konfirmasi Covid-19.

Oleh karenanya, Khofifah setuju kebijakan tersebut. "Oleh karena itu, format pelarangan mudik yang sudah diumumkan oleh Pak Menko PMK, kami setuju," katanya, Selasa (30/3/2021).

Saat ini, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jatim telah melandai, hal ini dibuktikan dengan sudah tidak adanya zona merah. Di mana 13 Kabupaten/ Kota di Jatim sudah berstatus zona kuning, sedangkan sisanya beresiko sedang alias zona oranye.

"Bahwa untuk saat ini, suasanya sudah sangat melandai. Saat ini suasanya sudah sangat kondusif untuk bisa menghentikan penyebaran Covid-19," katanya.

Oleh karena itu, Khofifah meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan tetap menjaga tren yang baik tersebut. Selain tetap menerapkan protokol kesehatan, upaya vaksinasi juga terus dilaksanakan untuk membentuk herd immunity.

"Tolong dijaga sedikit lagi, sedikit lagi, vaksinasi juga jalan, pelandaian terua diikhtiarkan oleh kita semua. Kedisiplinan protokol kesehatan kita ikhtiarkan bersama," imbuhnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, mengimbau kepada seluruh masyarakat Jatim, untuk tetap berada di wilayah masing masing dan tidak mudik pada Idul Fitri 2021 ini. Demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.
(KS-10)
Komentar