Dibayangi Pandemi, SBI Tetap Cetak Laba

Inovasi Efektif Pertahankan Kinerja Positif

SBI turut berpartisipaai dalam pembangunan gedung tertinggi di Indonesia, Thamrin 9 dengan produk beton berkualitas yaitu OptimaCrete.



KANALSATU – Pandemi Covid-19 membayangi kinerja PT PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sepanjang tahun 2020 lalu. Peningkatan jumlah kasus positif yang berimbas pada peningkatan mitigasi pemerintah melalui berbagai upaya pembatasan pada aktivitas masyarakat, serta fokus pemerintah untuk mengalihkan pendanaan pada pencegahan Covid-19 turut mempengaruhi performa pasar semen domestik.

Penurunan konsumsi pasar semen domestik berimbas pada penurunan volume penjualan semen dan terak SBI dari 11,9 juta ton pada tahun 2019, menjadi 10,5 juta ton pada tahun 2020 atau turun sebesar 11,6%.

Kenaikan hanya didapat dari penjualan ekspor yang melonjak dari 502 ribu ton pada tahun 2019, menjadi 1,5 juta ton pada tahun 2020 atau sebesar 198,1%.

Penurunan volume juga terjadi di sektor bisnis beton jadi dari 1,5 juta m3 pada tahun 2019 menjadi 874 ribu m3 pada tahun 2020 atau sebesar 41,8%,. Begitu juga pada sektor bisnis agregat yang turun dari 2,3 juta ton menjadi 614 ribu ton pada tahun 2020 atau sebesar 73,2%.

”Penurunan volume ini berdampak pada penurunan pendapatan dari Rp11,1 triliun pada tahun 2019, menjadi Rp10,1 triliun pada tahun 2020 atau sebesar 8,6 persen,” kata Presiden Direktur PT SBI, Aulia Mulki Oemar saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Meskipun demikian laba Kotor naik dari Rp2,9 triliun pada tahun 2019, menjadi Rp3 triliun pada tahun 2020 atau sebesar 3,4%. Begitu juga EBITDA yang mengalami peningkatan dari Rp1,8 triliun pada tahun 2019, menjadi Rp2,5 triliun pada tahun 2020 atau sebesar 39,5%.

Hal tersebut diantaranya dipengaruhi oleh program-program efisiensi yang dijalankan oleh perseroan sepanjang tahun 2020 sehingga mampu membantu menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 12,8%.

”Sehingga perseroan mampu meningkatkan Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan dan akhirnya mencetak Laba Bersih dari Rp499 miliar pada tahun 2019, menjadi Rp651 miliar pada tahun 2020 atau sebesar 30,4 persen,” tutur Aulia.

Namun demikian, Aulia mengatakan bahwa rencana kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), upaya pemerintah dalam menggalakan program vaksinasi secara masal di tahun ini serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan melengkapi strategi dan optimisme Perseroan untuk meningkatkan kinerja di tahun 2021.

“Inovasi-inovasi yang kami lakukan sepanjang 2020 untuk menyokong operasional, terbukti efektif mempertahankan kinerja positif di tengah pelemahan pasar semen nasional. Karena itu, kami akan terus fokus menggarap potensi-potensi lain seperti digitalisasi untuk proses bisnis dan operasional yang efisien, serta melanjutkan rencana kemitraan strategis dengan TCC untuk pengembangan produk dan membuka peluang perluasan pasar melalui pengembangan produk-produk inovatif yang ramah lingkungan,” ungkap Aulia.

Perusahaan juga sudah memulai Kembali kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk beberapa proyek perbaikan jalan dan jalur Transjakarta menggunakan produk SpeedCrete serta proyek revitalisasi jalur pedestrian dengan produk beton ThruCrete.

Selain itu, Perusahaan juga terus bermitra dengan para pelanggan melalui inovasi produk beton ApexCrete untuk konstruksi lantai bangunan industri dengan produktifitas serta kualitas hasil yang sangat tinggi.

Beberapa proyek besar yang telah menggunakan
ApexCrete antara lain pembangunan lantai pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), seluas 7 hektar di Cikarang, Jawa Barat serta IKEA di Bandung, Jawa Barat. (KS-5)
Komentar