Ketua KONI dilaporkan ke KPK

Ketua KONI Tono Suratman.

KANALSATU - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratmat dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dengan dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pelapor adalah Ketua Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang juga mantan Wakapolri Komjen Pol (pur) Oegroseno.

"Mau laporkan saja. Yang pertama terkait kondisi tenis meja, sudah 2 tahun kasihan atlet, karena tidak ada kepastian. Saya sampaikan pada KPK terkait biaya penggunaannya," kata Oegroseno di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/15).

Mestinya, seluruh kegiatan tenis meja yang dilaksanakan oleh PB PTMSI dibiayai APBN dari KONI. Namun kegiatan pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tenis meja yang digelar di Bali lalu, justru menggunakan uang pribadi Oegroseno. "Kita di Bali (menghabiskan dana) hampir Rp1 miliar. Itu sudah ngirit dibantu hotelnya, dibantu tiketnya. Itu sudah ngirit lho," ucap Oegroseno.

KONI justru membiayai penyelenggaraan pra PON tenis meja yang digelar di Bandung oleh PB PTMSI tandingan pimpinan Marzuki Ali. Menurut Oegroseno, kepengurusan PB PTMSI yang sah adalah yang berada di bawah kepemimpinannya. "Secara hukum (kepengurusan kami) yang sah berdasarkan putusan PTUN. Kemudian kita juga sudah serahkan ke Kemenpora, itu adalah kepengurusan PB PTMSI tahun 2013," paparnya.

Gugatan PTUN sudah jelas, yakni memenangkan kepengurusan PB PTMSI di bawah kepemimpinan Oegroseno. Namun hingga kini, Ketua KONI tak mengakui kepengurusan tersebut. "Yang jelas ada penyimpangan anggaran. Kita laporkan eksekusi PTUN kita coba lewat KPK, ampuh atau tidak," ucap Oegroseno.(win6)

Komentar