Dewi Imasy, gebrak sinetron Indonesia

Ratu Dewi Imasy.

(WIN): Siapa tidak kenal dengan aktris cantik berbakat Ratu Dewi Imasy? Sosok pribadi yang patut dikagumi akan kehidupannya pada saat dia mulai meniti karirnya di dunia entertainment, perlu diapresiasi. Berikut hasil wawancara khusus whatindonews dengan Dewi Imasy tentang perjalanan karirnya di planet sinetron:

Awal karier

Berawal dari ajakan teman ke lokasi syuting akhirnya impian Ratu Dewi Imasy untuk menjadi artis menjadi nyata, meskipun awalnya ingin menjadi seorang penyanyi ternyata dari awal terjun didunia entertainment sampai saat ini, Dewi malah menjadi seorang pemain sinetron. Wanita kelahiran Garut Jawa Barat ini memulai debutnya di dunia peran pertama kali sebagai Dewi di sinetron Mentari Pagi ini memulai kariernya dari nol.

Awal karirnya diajak salah satu teman seorang arrenger musik untuk datang ke lokasi syuting striping sinetron mentari pagi. Waktu ditawari main sempat menolak, karena merasa akting bukan dunianya. Meskipun dari kecil cita-citanya adalah menjadi artis penyanyi. "Teman saya yang mengajak nge-push dan support, dia bilang dewi kamu pasti bisa. Disamping itu ternyata sutradaranya cocok dengan saya, dari situ akhirnya saya coba, dan berperan sebagai Dewi adiknya Iis Parlina," ungkap wanita cantik yang akrab disapa dewi ini kepada whatindonews.com (27/08/13).

Menjadi seorang artis menurut Dewi memang keinginan mulai dari kecil, malah saat masih duduk di bangku sekolah dasar Dewi menjawab dengan spontan ingin menjadi artis saat seorang guru bertanya tentang cita-citanya.

"Waktu kecil memang cita-cita saya mau jadi artis dan kelas 1 SD waktu guru tanya tentang cita-cita dengan spontan saya menjawab kepengen jadi artis. meskipun bingung juga gimana caranya jadi artis soalnya saya kan di Garut di daerah yang kayaknya imposible banget gitu...saya denger kata artis aja kayak gimana ya,sepertinya nggak mungkin lah bisa tercapai," ceritanya sambil tertawa.

"Alhamdulillah akhirnya ada jalan dan sampai juga saya di dunia ini, meskipun bukan penyanyi padahal dari awal itu saya kepengen sekali jadi penyanyi. Dari awal sekolah memang saya sering ikut mengisi acara sekolah seperti sandiwara dan tidak berfikir juga untuk bisa tampil di tv seperti sekarang," lanjutnya.

Menurut Dewi menjadi artis itu kelihatannya sangat menyenangkan dan mau apapun gampang,dan pasti dikenal banyak orang. "Seorang artis terkenal menurut bayangan saya waktu kecil hidupnya enak. Ya namanya juga anak kecil membayangkan artis itu hidupnya enak tinggal di kota semuanya serba mudah dan artis itu mau apa saja gampang,dikenal orang ya seperti itulah," tambahnya.

Terjun ke dunia akting

Ketertarikan Dewi pada dunia peran dan akting selain karena tantangan dalam berakting, dan mendalami peran diakui juga karena honor yang dia terima lumayan dibandingkan gaji yang diterima saat masih menjadi seorang sekretaris dulu.

"Main sinetron pertama kali sekitar 1998-1999an lah sutradara pertama saya bang Janaim Rahmad.dari situ saya merasa enjoy 1 hari bisa dapat 2 episode dengan honor Rp400.000 per episode dan saya bisa dapet 2 episode perhari gimana saya tidak tergiur dengan dunia entertainment kalau seperti itu, dibandingkan gaji saya yang bulanan waktu masih bekerja jadi sekretaris dulu paling 1 juta perbulan. akhirnya jadi ketagihan untuk ikut berbagai casting, Alhamdulillah selama ini belum pernah main sebagai figuran," papar wanita kelahiran 17 Agustus ini

Persaingan

Disinggung tentang semakin banyaknya pendatang baru di dunia entertaint, Dewi menjelaskan bahwa memang dunia artis itu menjanjikan dan persaingannya semakin berat, tetap profesional, selektif menerima peran dan mempertahankan kualitas akting jadi jurus pamungkas untuk bertahan.

Menurutnya, dunia artis itu menjanjikan kalau bisa tekun. Untuk persaingan saat ini memang lebih berat dibanding jaman dulu, karena dulu artis nggak sebanyak sekarang.

“Kalau dulu masuknya itu benar-benar di seleksi, tapi saya sendiri menanggapi persaingan sekarang ini dengan keprofesionalan yang saya jaga dan menunjukkan saya memang bisa akting dan punya kemampuan di bidang itu... dan saat ditawari peran saya juga selektif yang saya lihat dulu ini sinetron seperti apa, terus nggak munafik pasti budget juga baru lawan mainnya,dan tantangan buat saya kalau dapat lawan main senior," jelasnya.

Peran berkesan

Wanita yang hobby menyanyi ini belajar akting secara otodidak dan masih banyak belajar akting dari para seniornya, bahkan Dewi pernah mengalami beberapa kendala dalam melakukan beberapa adegan.

cerita singkatnya Dewi pernah menangis karena tak bisa berperan dengan baik saat pengambilan gambar, bahkan adegannya sampai diulang 20 kali. “Nangis rasanya kalau kita tak bisa berperan dengan baik, profesional dalam bekerja sangat perlu kalau kita ingin terjun dalam suatu pekerjaan dengan serius,” ungkapnya.

Masukan dan arahan dari seorang sutradara sangat diperlukan sekali, seorang artis bisa dikatakan pintar kalau dirinya benar-benar memahami karakter perannya dengan baik. “Dan jangan lupa selalu tetap belajar meskipun saat dilokasi syuting. Tak hanya energik dalam bekerja, peningkatan sumber daya manusia terutama tetap melatih otak juga sangat diperlukan. Banyak naskah yang harus kita hafal, dan itu butuh energi yang cukup tinggi,” pesannya.

"Akting itu seninya tinggi, Saya dapat peran itu berbeda-beda mulai dari protagonis, antagonis sampai peran orang gila saya pernah mainkan. Dan untuk antagonis itu pernah di Indosiar saya pemeran utama sinetron “Menantu Durhaka” dan saya harus rela berbaring lalu badan saya di kasih belatung 1 nampan penuh dan itu tantangan karena saya awalnya geli dan takut," lanjutnya.

Selain sibuk dengan syuting sinetron saat ini Ratu Dewi Imasy juga bergabung dengan salah satu yayasan santunan anak yatim piatu "Yayasan Pedang Indonesia (YPI)" sebagai anggota divisi sponsorship di yayasan yang dibina oleh Nenny Triana dan Wieke Widowaty ini (win12)

Profil Ratu Dewi Imasy:

Tinggi - 164cm, Berat - 50kg, Pinggang - 27, Warna Mata - Coklat, Warna Rambut - Coklat, Tempat/Tgl Lahir - Garut,17 Agustus

Karir Sinetron:

Tito dan Nayla sebagai Mama Tito, Bajaj Bajuri sebagai Kokom, Dendam Nyi Pelet sebagai Sariti kelabang wilis, Mister Kabayan sebagai Lilis, Mentari Pagi sebagai Dewi, Muslimah sebagai Madam Zubaedah, Hati-hati dengan Hati sebagai Manda, Cinema Wajah Indonesia "Jompo" sebagai Mita, Anak-Anak Manusia sebagai Fatimah, dan masih banyak judul sinetron lainnya

Karir Film:

KAFIR sebagai Dewi

Komentar