LaNyalla Minta Pemerintah Segera Tangani Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa

KANALSATU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera menangani banjir rob di pesisir Utara Jawa.

Permintaan tersebut menyusul keprihatinan atas terjadinya musibah banjir yang menerjang kawasan Utara Jawa dalam beberapa hari terakhir.

Menurut LaNyalla, fonemena banjir rob yang menerjang pesisir wilayah utara Pulau Jawa itu, layak segera mendapatkan perhatian permerintan.

Karena itu Ketua DPD RI meminta agar pemerintah segera bertindak, supaya banjir tak meluas merendam pemukiman warga.

Seperti terjadi sebelumnya, banjir rob telah menerjang sekitar pesisir Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal, Pelabuhan Tanjung Emas,  Semarang.

Banjir itu juga melanda Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang Tengah di Demak, Pantai Rembang dan pesisir Jawa Timur.

"Perlu diambil langkah cepat agar banjir tak meluas merendam pemukiman warga. Ini kan sebetulnya fenomena tahunan. Harus segera dicarikan solusinya," kata LaNyalla disela kunjungan kerja di Jawa Timur, Rabu (25/5/2022).

Dia juga menjelaskan, fenomena Perigee (bulan berada dekat dengan bumi), ditambah curah hujan yang tinggi, telah menyebabkan banjir yang berdampak pada kerugian besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir.

"Tentunya harus dipikirkan bagaimana langkah antisipasi jika fenomena ini terjadi kembali, apalagi hingga menyebabkan tanggul laut di Kawasan Industri Lamicitra, sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, jebol," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur itu juga menambahkan, bahwa teknologi BMKG yang bisa membagikan informasi akurat bisa dimaksimalkan. Sehingga, langkah cepat dan tepat dapat diambil untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya yang diprediksi terdampak.

"Saya mengingatkan agar masyarakat pesisir waspada karena diperkirakan fenomena banjir rob masih bisa terjadi kembali," imbau LaNyalla.

Menurut data yang ada, banjir rob yang menggenangi pemukiman warga dipengaruhi fenomena Perigee. 

Sementara menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Perigee adalah kondisi jarak terdekat bulan dengan bumi.

Bulan bisa berada mendekati atau menjauhi bumi karena orbitnya tidak lingkaran sempurna melainkan elips. Selama rute bulan berada dekat bumi disebut Perigee, sedangkan rute menjauhi disebut Apogee.

Istilah Perigee sering keliru dengan Supermoon. Dilansir Britannica, Supermoon merupakan sebutan ketika penampakan Bulan Purnama semasa Perigee. (ard)

Komentar