Tanto Intim Line Perluas Rute Baru dan Perkuat Pemanfaatan IT

Founder Tanto Intim Line, Herman Hartanto (tengah) saat perayaan 50 tahun Tanto Intim Line, Kamis (1/4/2021).



KANALSATU – Perusahaan pelayaran Tanto Intim Line tak henti melakukan inovasi. Di usianya yang memasuki setengah abad tahun ini, Tanto Intim Line tetap agresif melakukan ekspansi.

Terbaru, Tanto Intim Line melakukan pelayaran rute baru ke Labuan Bajo. Pelayaran perdana bakal dilakukan pada 9 April nanti dengan rute awal Surabaya.

Perluasan pelayaran dilakukan untuk meratakan distribusi barang. “Perluasan cabang itu dapat mendukung pemerintah dalam peningkatan ekonomi dan percepatan distribusi barang dan logistik di seluruh daerah di Indonesia,” kata Founder Tanto Intim Line, Herman Hartanto saat perayaan 50 tahun Tanto Intim Line yang dilakukan secara virtual, Kamis (1/4/2021).

Saat ini Tanto Intim Line memiliki lebih dari 50 kapal peti kemas dan 29 kantor cabang. Kontainer-kontainer milik Tanto Intim Line juga telah berstandar ISO. ”Sejauh ini, kami beroperasi di 32 pelabuhan di Indonesia dengan puluhan ribu kontainer yang kami miliki,” ungkap Herman Hartanto.

Selain perluasan rute, Tanto Intim Line juga mengembangkan teknologi untuk memaksimalkan pelayanan. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa Tanto Intim Line merupakan perusahaan shipping yang mengedepankan profesionalitas dan kemajuan teknologi.

Dikembangkannya SMS Release Order (RO) dan Sistem Informasi Kontainer Online juga menjadi bukti penggunaan teknologi di Tanto Intim Line. Lewat SMS RO, pelanggan lebih fleksibel dan hemat waktu atau uang dalam pengurusan dokumen.

Tahun lalu, SMS RO mulai kembali dikembangkan oleh tim IT Tanto Intim Line menjadi Tanto Link atau T-Link. Aplikasi tersebut dapat mempermudah pekerjaan customer dalam berbagai hal. Mulai dari pengecekan jadwal kapal secara realtime, booking kontainer, hingga tracking kontainer. Melalui T-Link, customer bisa melakukan monitoring pergerakan kontainer dengan mudah.

Pandemi juga membuat Tanto Intim Line berinovasi. Layanan teknologi canggih berbasis digital diciptakan untuk mengurangi paparan dan memaksimalkan keselamatan custumer. Salah satunya, penerapan cashless yang diaplikasikan dalam fitur Top Up saldo instan di T-Link. Hanya dengan mengisi saldo, customer bisa melakukan transaksi dengan mudah tanpa harus membayar langsung.

Selain itu, diterapkan pula paperless. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan customer bisa diunduh dalam bentuk e-pape atau PDF sehingga tak perlu mengambil langsung atau melakukan print. ”Teknologi-teknologi baru ini juga kami berikan agar aktivitas di tengah pandemi makin mudah tanpa mengesampingkan keamanan customer,” ungkap Herman.

Tanto Intim Line juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha trucking. Mereka bisa mengunduh aplikasi monitoring kontainer sehingga pemantauan bisa dilakukan lebih mudah. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk customer yang mempiroritaskan ketepatan waktu dalam pengiriman karena monitoring armada truk jauh lebih mudah.

Herman menuturkan, pencapaian tersebut merupakan buah dari sinergi yang baik dengan seluruh elemen. Mulai dari karyawan yang solid hingga mitra kerja yang saling percaya. ”Kami memiliki banyak relasi. Semuanya merupakan partner yang baik dan mendukung kemajuan kami. Jika sekarang kami meraih kesuksesan, maka itu juga karena dorongan dari mitra kerja kami,” ujarnya.

Menjelang perayaan 50 Tahun, Tanto Intim Line juga melakukan CSR berbagi ke Yayasan Kemanusiaan dan Panti Asuhan serta buruh bongkar muat di 32 pelabuhan. Kesejahteraan buruh pelabuhan, diakui Herman juga selalu menjadi perhatiannya. Untuk panti asuhan, Tanto Intim Line memberikan bantuan pada tiga hingga lima panti di setiap cabang kantor.

Herman berharap, Tanto Intim Line mampu terus bersinergi dengan banyak pihak, termasuk pemerintah. Ia ingin dapat terus berperan aktif dan mendukung pemerintah dalam peningkatan perekonomian melalui jasa pelayaran berbasis kontainer. Sehingga, kegiatan transportasi dan angkutan barang dapat dilaksanakan dengan baik. (KS-5)
Komentar