Sarat Teknologi, IVC Produksi Indonesia Dukung Distribusi Vaksin Covid-19

IVC produksi Technoplast siap mendukung pendistribusian vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia.
KANALSATU – Pemberian vaksin Covid-19 tengah gencar dilaksanakan di tanah air. Namun dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, pendistribusian vaksin menjadi masalah tersendiri.

Namun kini perusahaan asal Indonesia, Technoplas, telah berhasil memproduksi kotak vaksin (Insulated Vaccine Carrier/IVC) yang dilengkapi teknologi pendingin terbaru. Kotak penyimpanan vaksin produksi Technoplast ini siap dijadikan perangkat pendukung utama pendistribusian vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia.

Direktur Utama Technoplast Ellies Kiswoto mengatakan, tantangan besar yang harus mendapatkan perhatian serius saat ini adalah masalah pendistribusian vaksin Covid-19 ke seluruh penjuru tanah air. Bagaimana memastikan kualitas vaksin tetap terjaga hingga proses penyuntikan dilakukan.

“Ini sangat penting, karena dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas dan khasiat vaksin. Perangkat pendukung, khususnya kotak vaksin, adalah faktor kunci disamping proses distribusi rantai dingin yang terintegrasi,” kata Direktur Utama Technoplast Ellies Kiswoto, disela kegiatan vaksinasi massal melalui sistem drive-thru kepada lansia dan masyarakat Kota Surabaya yang diselenggarakan Gojek bekerjasama dengan Halodoc, di halaman parkir Universitas Surabaya, Sabtu (27/3/2021).

Kotak vaksin dengan nama Technoplast Insulated Vaccine Carrier dan berkode IVC228TP ini dinyatakan lulus uji oleh balai sertifikasi SUCOFINDO.

IVC ini mampu memberikan kestabilan suhu ruangan antara 2 sampai 8 derajat celcius dalam rentang waktu 48 jam atau dua hari, meski suhu di luar ruangan mencapai 30 derajat celcius.

Sementara produk sejenis dari India dan China hanya mampu menjamin vaksin terjaga pada suhu 2 sampai 8 derajat celcius selama 10 hingga 20 jam saja. Ini dengan kondisi temperatur suhu panas di luar IVC antara 25-28 derajat celcius.

Lebih lanjut Ellies menjelaskan, inovasi dan riset terus dilakukan oleh Technoplast mengingat ragam kebutuhan setiap karakter produk vaksin berbeda-beda.

IVC produksi Indonesia ini terbuat dari material PolyPropylene. Selain itu dilengkapi Double Silicon Insulating Seal yang sudah dipatenkan dengan bahan Material Silicon FDA Food Grade, 4-locking system agar isolasi suhu lebih lama, Slot untuk security seal yang sudah dipatenkan, serta dilengkapi Real-Time LED Thermometer dengan overheating Alarm.

Karena produksi dalam negeri, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah mencapai 80 persen dan memiliki daya angkut vaksin yang lebih banyak.

Selain itu, IVC Technoplast ini juga sudah disematkan teknologi geolocation IOT. IVC technoplast adalah perangkat cold chain distribution pertama di dunia yang dilengkapi oleh system IOT, sekaligus merangkap sebagai tracking device dengan real time data.

“Intinya, teknologi IOT kita bukan hanya mendeteksi suhu dan lokasi saja, tetapi mencakup ke informasi yang diperlukan untuk distribusi. Seperti misalnya, dikirim dari produsen vaksin tanggal berapa, isi vaksin dalam box berapa lot, real time lokasi, track record suhu, nama kurir, identifikasi pesawat, nomor plat mobil. Setiap vaksin box ada QR code sendiri,” ujar Ellies menambahkan.

Dengan kemampuan produksi mencapai puluhan ribu box per bulan, Technoplast menjamin pemangku kepentingan terkait bisa melakukan pemantauan distribusi vaksin secara real time hanya menggunakan aplikasi dari gawai pintar.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi, saat membuka acara vaksinasi massal melalui sistem drive-thru kepada lansia dan masyarakat di Kota Surabaya, mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam mensukseskan program vaksinasi nasional. Keterlibatan semua pihak ini menurut Walikota Surabaya, karena terbatasnya sumber daya pemerintah.

“Mewakili masyarakat saya mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dan memberikan perhatian kepada masyarakat Surabaya dalam mendapatkan layanan vaksinasi. Gotong Royong semua pihak ini sangat penting, karena masyarakat Surabaya dari semua lapisan masih banyak yang menunggu vaksin ini," tegas Eri Cahyadi

Layanan vasinasi yang akan berlangsung selama tiga bulan ini, menyasar khususnya kelompok lanjut usia, pelayan publik dan kelompok target penerima vaksin, sesuai prioritas Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Ditargetkan, aksi sosial ini mampu menjangkau 1.000 orang penerima manfaat per hari.

Pemerintah sendiri menargetkan 40.349.051 orang menjadi sasaran vaksin tahap I dan tahap II. Data yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per tanggal 21 Maret 2021 menyebutkan, sebanyak 13,71 persen dari total target sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama, sementara untuk suntikan dosis kedua telah menyasar 5,69 persen dari total target. (KS-5)
Komentar