Gubernur Khofifah Minta Bupati Sidoarjo Minta Gerak Cepat Kawal Investor

Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo



KANALSATU - Tongkat kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo saat ini telah resmi berganti ke pasangan Ahmad Muhdlor Ali dan Subandi. Hal itu setelah DPRD Sidoarjo menggelar rapat paripurna dengan agenda serah terima jabatan (sertijab) Senin (1/3/2021).

Serah terima jabatan tersebut dilakukan dari Penjabat Bupati Sidoarjo, PJ Hudiyono kepada Muhdlor Ali. Acara sertijab pun langsung dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah menyampaikan, kegiatan sertijab sengaja digelar secara marathon agar program kerja Bupati/ Walikota yang telah dilantik segera terealisasi. Kegiatan ini sendiri berlangsung mulai Senin (1/3/2021) hingga Minggu (7/3/2021) mendatang.

Khofifah berharap, Bupati dan Wabup Sidoarjo yang baru dilantik segera bergerak cepat melakukan kebangkitan ekonomi dengan mengawal investor.
“Salah satu tugas Pak Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja sertijab hari ini adalah kembali mengomunikasikan kepada para pengusaha-pengusaha, karena memang industrialisasi di Jawa Timur ini menopang PDRB sampai 31 persen dan terbanyak adalah di Sidoarjo,” jelas Khofifah.

Gubernur kembali menegaskan meski pandemi covid-19 telah satu tahun mewabah, namun tugas pemerintah adalah memulihkan kepercayaan investor di Sidoarjo.

“Maka dari itu tadi saya sampaikan kepercayaan investor di Sidoarjo ini masih sangat tinggi apakah PMA atau PMDN, oleh karena itu wajib mengomunikasikan dan mencari formula yang bisa memberi ruang kepada para investor, agar tetap berinvest di Sidoarjo. Para pengusaha tetap akan melakukan bisnisnya disini, para buruh juga akan mendapatkan upah yang layak,” pungkasnya.

Gus Muhdlor bersama Subandi mengaku siap tancap gas agar roda perekonomian di wilayah kepemimpinannya bisa segera stabil. Bupati termuda kedua di Jatim ini mengatakan, Sidoarjo memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk merebut kepercayaan investor.

Misalnya saja dengan tidak mempersulit proses perizinan untuk investor.

“Langkah pertama bagaimana cara perizinannya ini dipermudah, kita juga punya potensi dekat dengan episentrum yakni Surabaya, kedua kita punya IPM yang bagus. Jarak dengan ibukota provinsi juga dekat. Kita juga punya bandara dengan jumlah 10 juta penumpang per tahun. Harapannya industri ini betah di Sidoarjo karena kita memiliki potensi yang tidak dimiliki daerah lain,” ucapnya.

Gus Muhdlor juga menambahkan, peran UMKM akan dimaksimalkan dengan melakukan percepatan pendanaan. Mengingat Gubernur juga akan memfasilitasi untuk pelaku IKM dan UKM terutama untuk kawasan industri halal yang berada di Safe N Lock, Sidoarjo.

“Kita akan terus memperkuat umkm, kita maksimalkan yang sudah ada dengan pendanaan yang akan kita percepat. Sedangkan investasi yang ada akan kita dorong sehingga mengisi kawasan industri halal yang telah disediakan,” pungkas Gus Muhdlor.

Kegiatan serah terima jabatan di Gedung DPRD Sidoarjo ini pun dilanjutkan ke titik selanjutnya, yakni Kota Pasuruan. Sedangkan Pada hari kedua akan dilaksanakan di Kabupaten Jember, Situbondo, dan Banyuwangi.

Sementara untuk hari ketiga di Kabupaten Malang, Blitar, dan Kediri. Selanjutnya hari keempat, Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Hari Kelima di Kabupaten Mojokerto. Dan hari keenam di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Sedangkan untuk hari ketujuh di Kabupaten Sumenep. (KS-10)
Komentar