Gubernur Khofifah Tekankan Surabaya Tetap Jadi Barometer Ekonomi di Jawa Timur

Hadiri Sertijab Wali Kota Surabaya




KANALSATU – Serah terima jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya dari Pelaksana Harian (Plh.) Wali Kota Surabaya Hendro Gunawan kepada Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi, dan Wakil Wali Kota Surabaya Armudji berlangsung, Senin (1/3/2021) di Gedung DPRD Kota Surabaya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri agenda Sertijab pertama yang dihadiri Gubernur Jatim dari 17 agenda Sertijab Walikota / Bupati terpilih hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Hal tersebut sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.35-368 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota pada Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menekankan agar Kota Surabaya tetap menjadi barometer kebangkitan ekonomi di Jawa Timur di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya terpilih Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armudji. Pasalnya, PDRB Kota Surabaya menyumbang 24,11 % terhadap PDRB Jawa Timur.

Sementara PDRB Jatim sendiri menyumbang 14,67 % terhadap PDRB Nasional. Oleh sebab itu dirinya meminta agar apa yang telah dicapai Kota Surabaya untuk tetap dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan lagi.

"Ini menjadi bagian yang penting, ini tidak boleh ada pelemasan atau pelemahan, jadi semua harus pada proses percepatan untuk membangun kebangkitan ekonomi di Jawa Timur terutama episentrumnya, yang menjadi sentra ini adalah Surabaya," Kata Gubernur Khofifah saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna Sertijab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jl. Yos Sudarso No. 18-22 Surabaya.

Gubernur Khofifah juga berpesan agar sinergitas dan kolaborasi terus ditingkatkan anatara Pemerintah Kota Surabaya ddengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dirinya menyebut bahwa dari 218 proyek strategis dari Program Strategis Nasional yang dituangkan dalam Perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur, 77 diantarnya ada di kawasan Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) dan sebagian besar berada di kota Surabaya.

"Oleh karena itu, ini yang juga kami pesankan supaya ada sinergitas pasca pandemi covid ini jadi sekarang sesungguhnya preconditioning nya sudah bisa dilakukan karena provincial office dari PSN tersebut ada di Bappeda Provinsi Jawa Timur," pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menginisiasi terbentuknya sister city antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang. Menurut Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,23 di atas rata-rata provinsi sebesar 71,71 atau berada pada kategori sangat tinggi.

Capaian IPM Kota Surabaya yang tertinggi di Jawa Timur. Sedangkan IPM Kabupaten Sampang dengan angka 62,16, terendah di Jawa Timur.

Namun di sisi lain, Gubernur Khofifah mengharapkan ada upaya percepatan dan intervensi detail yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa salah satu PR dari Pemerintah Kota Surabaya adalah menurunkan AKI dan AKB di Kota Surabaya yang masih tinggi karena berada di posisi 5 besar.

"Menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya ini memang harus dilakukan intervensi secara detail dan mungkin dengan sinergitas yang lebih komprehensif saya rasa InsyaAllah kalau sinergitas itu terus dilakukan bisa memberikan penurunan secara lebih signifikan terhadap angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Surabaya," terangnya.

Orang nomor satu di Jawa Timur ini juga menyampaikan pesan Proklamator RI Soekarno bahwa saat ini Indonesia berada pada periode mental invesment.

Mental investment yang dimaksud tersebut menyangkut investment of human skill, material Investment dan mental Investment. Namun dari ketiga Investment, mental Investment merupakan yang paling penting.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa hal tersebut sesuai dengan pesan Presiden RI Joko Widodo agar mainset kerja harus diubah dari kerja ordinary ke kerja extraordinary.

Etos kerja yang tidak biasa yang mampu dengan kerja cepat, detail dan tepat akan dapat mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat akan merubah citra masyarakat terhadap pemerintah dan birokrasi. Sehingga harapannya dalam masyarakat juga timbul feedback yang baik dan tumbuh mental Investment di masyarakat. (KS-10)
Komentar