Sebanyak 2,4 Juta Debitur Ikuti Program Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid 19 di Jatim



KANALSATU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) IV mencatat jumlah debitur yang mengikuti restrukturisasi kredit akibat terdampak Covid 19 mencapai 2,4 juta debitur dengan nilai outstanding mencapai Rp 106,4 triliun. Terbesar adalah segmen Perbankan dengan debitur sebanyak 1 juta dan nilai outstanding mencapai Rp 86,4 triliun.

Kemudian segmen UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang mencapai 905.200 debitur dan nilai outstanding mencapai Rp 49,4 triliun. Dan non UMKM mencapai 142.800 debitur dengan nilai outstanding mencapai Rp 37 triliun.

"Paling banyak debiturnya adalah segmen IKNB (Industri Keuangan Non Bank) yang mencapai 1,3 juta debitur, namun nilai outstandingnya paling kecil, yaitu Rp 20 triliun," kata Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan OJK KR 4, Moh Eka Gonda Sukmana saat media gathering di Surabaya, Senin (23/11/2020).

Restrukturisasi ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 11 tahun 2020, tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

Selain restrukturisasi, OJK KR IV juga telah memberikan subsidi bunga pada 1.394 debitur. Subsidi bunga ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 138/PMK.05/2020 sebagai perubahan atas PMK 85/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga Atau Subsidi Bunga Margin Dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Beleid ini berlaku mulai 28 September 2020.

"Dari jumlah debitur itu, subsidi bunga mencapai Rp 457,4 juta. Dengan nilai outstanding mencapai Rp 61,1 miliar," jelas Eka.

Sedangkan implementasi dari PMK nomor 104/PMK.05/2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Penempatan Dana Dalam Rangka Pelaksanan Program PEN OJK KR IV melakukan penyaluran Kredit PEN di Jatim oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam hal ini PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim, serta bank Himbara (Himpunan Perbankan Milik Negara).

Jumlah penerima mencapai 528.000 debitor dengan nilai outstanding mencapai Rp 22,6 triliun. Dari jumlah itu terbagi menjadi segmen UMKM dan non UMKM. "UMKM paling banyak mencapai 510.900 dengan nilai Rp 19,3 triliun, sisanya non UMKM," ungkap Eka. (KS-5)

Komentar