Kampanyekan Program Langit Biru, Pertamina Jual Pertalite Seharga Premium di 211 SPBU di Jatim



KANALSATU - PT Pertamina (Persero) terus memperluas daerah kampanye Program Langit Biru (PLB). Setelah pekan lalu PLB digulirkan di lima kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, pekan ini Pertamina memperluas program promo tersebut ke 11 kabupaten/kota lainnya.

“PLB hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat," ujar Section Head Communication & Relation Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi melalui siaran pers, Jumat (13/11/2020).

Pada PLB, Pertamina memberikan promo khusus pembelian Pertalite seharga Premium yaitu Rp.6.450 per liter. Promo ini berlaku di 211 SPBU bertanda khusus promo PLB, di 11 wilayah tersebut.

PLB akan dimulai pada hari Sabtu (14/11) di Kota Surabaya sebanyak 61 SPBU, Kab. Sidoarjo di 46 SPBU, di Kab. Tuban sebanyak enam SPBU, dan untuk Kab. Malang di 34 SPBU. Sedangkan wilayah yang memulai pada Minggu (15/11) lusa, yaitu di Kota Probolinggo sebanyak lima SPBU, Kota Situbondo di 10 SPBU, Kota Lumajang di tujuh SPBU, di Kab. Trenggalek sebanyak sembilan SPBU, Kab. Tulungagung di 28 SPBU, di Kab. Pacitan sebanyak dua SPBU, dan Kota Blitar di tiga SPBU.

Pekan lalu, PLB telah digulirkan di wilayah Kabupaten Pasuruan, Gresik, Probolinggo, Banyuwangi, dan Kota Malang.

Ahad menjelaskan, BBM yang lebih berkualitas memiliki kadar oktan (Research Octane Number atau disingkat RON) tinggi, sehingga lebih ramah lingkungan karena rendah emisi. Selain itu, BBM yang lebih berkualitas akan berdampak positif terhadap performa kendaraan serta lebih irit konsumsi BBM karena pembakaran di ruang mesin lebih sempurna.

Karenanya, dia menjelaskan, Pertamina terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas yakni Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98.

PLB berlaku untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot), serta taksi plat kuning. "Selain kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, Pertamina juga menyasar angkot dan taksi plat kuning yang merupakan transportasi publik, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan beralih ke bahan bakar berkualitas. Selain itu dengan harga khusus, kami mengajak pengendara ini mendapatkan customer experience, bahwa dengan BBM berkualitas mesin kendaraannya lebih awet dan bertenaga," ujarnya.

Ahad menambahkan, meski menggelar promo, Pertamina memastikan Premium tetap ada di beberapa SPBU di setiap wilayah.

Sebelumnya di Kota Denpasar, yang sudah lebih awal dimulai Program Langit Biru sejak Juli, mendapatkan animo positif dari masyarakat. Terlihat dari trend konsumsi produk BBM yang lebih ramah lingkungan yaitu produk Perta-series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo yang terus meningkat sejak PLB digulirkan.

Selain mencatatkan peningkatan jumlah konsumsi Perta-series, dengan bergulirnya PLB, perubahan indeks kualitas udara (Air Quality Index atau AQI) juga tercatat semakin baik, yang ditunjukkan dengan nilai yang semakin kecil. Di Kota Denpasar sebelum PLB dijalankan, tercatat indeks kualitas udara di Denpasar rata-rata di angka 67.

Hingga Tanggal 3 November 2020 yang lalu, tercatat rerata mulai dari 30 hari sebelumnya, indeks kualitas udara di Kota Denpasar turun ke angka 56.

Trend yang sama juga teramati di Kota Malang. Di Kota Malang, sebelum PLB dijalankan (5/11), tercatat indeks kualitas udara di angka 72. Sepekan setelah PLB berjalan (12/11) indeks kualitas udara Kota Malang semakin baik dengan angka 48 (sumber: www.iqair.com).

PLB merupakan bentuk edukasi merupakan wujud dukungan Pertamina kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. (KS-5)
Komentar