NPL Meningkat, Ini yang Dilakukan Bank Jatim

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman




KANALSATU - Kredit macet atau non performing loan (NPL) Bank Jatim hingga akhir triwulan III 2020 mencapai 4,49 persen sebagai imbas pandemi covid-19. Kredit macet ini meningkat jika dibanding triwulan III tahun lalu yang hanya 2,77 persen.

Beberapa langkah pun telah dilakukan BUMD Pemprov Jatim ini. Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, mengakui banyak sektor industri terimbas pandemi covid-19, terutama untuk cashflow-nya.

“Pandemi sangat berpengaruh pada cashflow tidak hanya di perbankan tapi di semua sektor usaha. Tapi NPL kita masih di batas toleransi,” ujar Busrul saat analyst meeting dan press conference secara virtual, Kamis (22/10/2020). Diakui Basrul, dengan tingginya NPL ini, pihaknya berusaha untuk memanfaatkan stimulus dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sebagainya. Di mana Bank Jatim memberikan relaksasi kredit pada debitur yang tercatat dan terdampak pandemi Covid-19.

"Hal ini membuat kami melakukan beberapa upaya. Di antaranya dengan restrukturisasi kredit dengan seleksi ketat," jelas Busrul. Untuk relaksasi kredit berupa restrukturisasi, telah mencapai Rp1,69 triliun untuk 2.753 debitur. Sebanyak Rp 359 Miliar restrukturisasi masih dalam proses.

“Tren bulanan restrukturisasi sudah melandai, permohonan restrukturisasi Juli Rp 241 Miliar, lalu Agustus berkurang menjadi Rp 113 Miliar,” jelas Busrul. Restrukturisasi tidak serta merta langsung menurunkan NPL karena banyak variabel yang mempengaruhi.

Upaya lain adalah penagihan, jika kondisi nasabah tidak bisa memenuhi restrukturisasi maka dengan penyelesaian, misalnya, dengan penjualan agunan baik di bawah tangah ataupun eksekusi pihak pengadilan.

“Pola hukum ini belum kami lakukan seperti tahun lalu, sekarang masih membangun culture untuk recovery yang ada, tapi kami bisa beri pola keringanan denda, atau lunas dengan keringanan bunga,” jelas Busrul.

Sementara itu, untuk kinerja keuangan triwulan III 2020, menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY).

Berdasarkan kinerja triwulan III, aset Bank Jatim tercatat Rp 82,08 triliun atau tumbuh 13,80 persen (YoY), Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan 13,99 persen (YoY) yaitu sebesar Rp 69,77 Triliun.

Di tengah pandemi seperti ini, BUMD Pemprov Jatim ini tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 40,38 triliun atau tumbuh 7,03 persen (YoY). Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar Rp 6,46 triliun atau tumbuh 12,24 persen (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit korporasi yaitu sebesar Rp 10,01 triliun atau tumbuh 9,86 persen.

Komposisi rasio keuangan periode September 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,63 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,70 persen, dan Return On Asset (ROA) 2,57 persen. Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 70,25 persen. Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, Bank Jatim berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 1,10 triliun. (KS-5)
Komentar