PTPN XI Kembangkan Kebun Museum Pisang Terlengkap di Jawa Timur



KANALSATU - Julukan Kabupaten Lumajang Jawa Timur sebagai kota pisang akan makin menguat dengan adanya kebun Museum Pisang yang mulai dikenal masyarakat. Lahan seluas lebih 1 hektar yang berada di kawasan Puslit Sukosari Lumajang ini ditanami berbagai jenis pisang baik konsumsi, komersial hingga pisang hias.

"Ini merupakan diversifikasi luar usaha yang dikembangkan oleh PTPN XI, bertujuan mengoptimalkan resource yang ada untuk memperkuat performa korporasi serta mendukung dan memperkaya kearifan lokal Lumajang sebagai kota pisang," kata General Manager Unit Usaha Strategis PTPN XI
Owen Dwi Hasudungan Gultom, Rabu (21/10/2020).

Kebun Museum Pisang dirintis sejak tahun 2016 dan hingga saat ini memiliki 37 jenis pisang dari pisang konsumsi, pisang komersial hingga pisang hias. Nantinya jenis pisang yang ada akan ditambah sehingga koleksi Museum Pisang semakin lengkap dan dapat memperkaya wahana agrowisata edukasi PUSLIT.

Agrowisata Edukasi PUSLIT Sukosari sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang sehingga menjadi salah satu destinasi Lumajang. Ini merupakan pengembangan fungsi PUSLIT yang awalnya merupakan lembaga penelitian PTPN XI, sehingga secara kelembagaan dibawah koordinasi Unit Usaha Strategis.

"Benih pisang tersebut kami peroleh dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam bentuk bibit tunas kemudian kami kembangkan dengan kultur jaringan sekaligus optimalisasi laboratorium kultur jaringan yang kami miliki. Selain mendapat edukasi budidaya pisang pengunjung juga diperkenalkan analisa prospektif usaha pengolahan pisang," jelas Kepala PUSLIT Sukosari Nanik Tri Ismadi.

Meski belum selengkap Kebun Plasma Nutfah Pisang Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Nanik menyebut koleksi pisang milik PUSLIT sebagai terlengkap di Jawa Timur hingga mendapat kunjungan baik bersifat penelitian ilmiah hingga wisata. "Meski belum selengkap milik Kebun Plasma Nutfah Pisang di Yogya, koleksi kami paling lengkap di Jawa Timur. Selain itu kami satu satunya di Jawa Timur yang mengkolaborasikan antara kebun koleksi pisang dengan keilmuan yang lain. Jadi selain belajar tentang jenis tebu, jenis pisang, kita bisa belajar teknik budidaya kultur jaringan, pemupukan, pengendalian hama, pembuatan pupuk organik dan lain-lain," tutur Nanik.

Ia menambahkan,selain memperbanyak varietas pisang, melalui Laboratorium Mikrobiologi akan dikembangkan penelitian tentang pengolahan hasil dari komoditas pisang sehingga meningkatkan nilai jual pisang. (KS-5)
Komentar