SKK Migas dan KKKS Jabanusa Dukung Integrasi Nilai-Nilai SDGs

Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Nurwahidi



KANALSATU - Sustainable Development Goals (SDGs) mempunyai akar tujuan sama dalam program pemberdayaan masyarakat. Perusahaan juga dapat terbantu dalam hal menghubungkan strategi bisnis dengan prioritas global.

Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Nurwahidi mengatakan, perusahaan dapat menggunakan SDGs sebagai kerangka kerja menyeluruh untuk membentuk, mengarahkan, berkomunikasi, dan melaporkan strategi, tujuan, dan kegiatan. "Ini memungkinkan mereka menuai berbagai manfaat," katanya.

Pencanangan Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diikuti dan diterapkan di negara anggotanya sudah menginjak tahun kelima pada 2020. SDGs merupakan cetak biru program aksi untuk perdamaian dan kesejahteraan bagi semua warga dunia, yang ditargetkan hingga 2030.

Sejumlah manfaat yang bisa dipetik antara lain identifikasi peluang bisnis masa depan. "SDGs bertujuan untuk mengarahkan investasi masyarakat dan swasta global untuk menuju tantangan yang diwakili SDG," kata Nurwahidi.

Selain itu, ada peningkatan nilai keberlanjutan perusahaan. Menurut Nurwahidi, SDGs dapat memperkuat insentif ekonomi bagi perusahaan untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien, atau untuk beralih ke lebih banyak alternatif berkelanjutan.

"Selain itu, SDGs bisa memperkuat hubungan stakeholder dan mengikuti perkembangan kebijakan. Perusahaan yang menyelaraskan prioritas mereka dengan SDGs dapat memperkuat keterlibatan pelanggan, karyawan dan stakeholder lainnya," kata Nurwahidi. Ia mengingatkan, bahwa tanpa penyelarasan, maka perusahaan akan terkena risiko hukum dan reputasi.

Manfaat lainnya adalah stabilisasi masyarakat dan pasar. "Berinvestasi dalam pencapaian SDGs akan membantu pilar kesuksesan bisnis, termasuk keberadaan pasar berbasis aturan, sistem keuangan transparan, dan institusi yang tidak korup dan diatur dengan baik. Menggunakan bahasa yang sama dan tujuan bersama SDGs mendefinisikan kerangka aksi umum dan bahasa," ujar Nurwahidi.

Itulah kenapa kemudian Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa menggelar forum virtual melalui Zoom Clouds Meeting, Kamis, 24 September 2020. Webinar bertema 'Membangun Kemitraan dalam Program Pengembangan Masyarakat untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)' ini diikuti SKK Migas Pusat dan Perwakilan serta seluruh KKKS Jabanusa.

Mendukung program itu, SKK Migas – KKKS memandang perlu dilakukannya integrasi prinsip-prinsip SDGs. Webinar tersebut menjadi medium untuk memperoleh masukan, sharing, dan solusi-solusi dari narasumber yang berkompeten agar bisa diimplementasikan ke dalam program-program yang selama ini sudah dijalankan oleh KKKS.

Dalam webinar itu terungkap, bahwa membangun kemitraan dalam Program Pengembangan Masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan membutuhkan beberapa hal.

Pertama, peran kemitraan dalam mendukung SDGs untuk program pengembangan masyarakat KKKS. Di sini, menurut Nurwahidi, dibutuhkan penyamaan persepsi, perumusan program yang matang, dan implementasi yang tepat sasaran.

Kedua, dampak dan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima manfaat maupun komunitas target. Berikutnya adalah manfaat bagi perusahaan yakni berupa dukungan dari masyarakat atau komunitas, dan meningkatnya reputasi perusahaan.

Kebutuhan keempat adalah tujuan CSR yang jelas, dapat terukur, dan dapat dimonitor pelaksanaannya. "Pertanggungjawaban yang jelas dari komunitas target CSR atas penggunaan bantuan CSR juga perlu diperhatikan," kata Nurwahidi.

Benang merah dari itu semua adalah perlunya koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif antara SKK Migas - KKKS dengan pemangku kepentingan dan kebijakan di daerah. Tujuannya untuk mempererat kemitraan dalam mendukung keberl@àangsungan program pengembangan masyarakat. (KS-7)
Komentar