Pengurus Daerah Sebut Moeldoko Figur Terbaik Pimpin PBSI


kanalsatu - Pinangan legenda bulu tangkis terhadap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk menjadi Ketum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mendapat apresiasi sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI. Mereka berpedapat Moeldoko merupakan figur terbaik memimpin dan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia dalam kancah internasional.

Oei Wijanarko Adi Mulya, Ketua Pengprov Jawa Timur mengatakan Moeldoko sangat mumpuni untuk menjadi penghubung kepengurusan pusat dengan daerah. "Beliau juga sangat dekat pemerintah, hal itu pasti membantu gerbong PBSI ke depannya. Bulu tangkis olahraga tidak ada nomor dua, bulu tangkis harus nomor satu. Jadi sanagat perlu dikomandoi sosok yang mengayomi Pengprov, juga dekat dengan atlet serta punya akses ke pemerintah," papar Oei melalui sambungan telepon, Jumat (11/9).

Ia menilai, saat ini pengembangan atlet bulu tangkis di Indonesia sudah baik. Hanya saja, perlu adanya penambahan-penambahan agar semakin berjaya. Seperti, Iptek, yang ternyata harus menjadi program di Pelatnas Cipayung. Oleh karena itu dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi kuat untuk menjawab berbagai tantangan dalam mengembangkan bulutangkis Indonesia.

Oey yakinmantan Panglima TNI itu mampu mengemban tugas tersebut. "Bagi saya tugas ketum berat, karena nggak ada kata juara dua di buku tangkis. Ya harus kerja sama dengan 34 provinsi. Terus juga, faktor mencari aliran dana yang bisa oriented untuk dijalankan. Pak moeldoko ada akses ke sana, ya tetap menggandeng perusahaan yang nyata-nyata sudah mempunyai hati di bulu tangkis," pungkas Oei.

Sementara itu Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Basri Yusuf, menilai Moeldoko merupakan pemimpin tegas, memiliki kemampuan manajemen yang baik dan mau langsung turun ke bawah. "Saya sih membayangkan, jika Pak Moeldoko mau menerima pinangan itu. 1000 persen kami mendukung Pak Moeldoko," tegasnya.

Melihat sosok Ketum PB PBSI periode mendatang, Basri mengingatkan soal konsolidasi. Menurutnya, akan sangat pentingnya untuk menerapkan sistem yang tidak tumpang tinding dari pusat dan daerah.

"Menurut saya konsolidasi kepada semua pengurus. Kemudian sebagai ketum itu sangat bijaksana, tugas-tugas sesuai dengan job masing-masing. Sehingga intinya tidak ada tumpang tindih. Selanjutnya itu ada sport manajemen penting banget," kata Basri.

Sedangkan Ketua Pengprov PBSI Yogya, Suhartono menegaskan, pilihan kepada mantan Panglima TNI itu sangat rasional. Mempunyai kedisiplinan dan menajamen birokrasi akan membuat PBSI semakin berkembang di bawah komando Moeldoko.


"Saya mendukung penuh usulan para legend untuk meminang Pak Moeldoko sebagai ketum PBSI. Pengalaman organisasi Moeldoko sangat baik. Kemudian beliau kan dari TNI tentu disiplinnya lebih megemuka. Pengalaman pemerintah mendukung beliau," ujar Suhartono.

Suhartono melanjutkan, perbaikan yang perlu dilakukan PB PBSI untuk periode mendatang adalah memberikan kepercayaan kepada atlet untuk lebih bersemangat. Ia mencontohkan, program latih tanding berskala internasional harus terus dilakukan pengurus.

"Saya pikir kalau dari tahun ke tahun, bibit kita ini tidak pernah kendor. Karena contoh, klub di Yogyakarta selalu ada atlet masuk pelatnas. Tinggal kita memerlukan menajemen khusus, adanya latih tanding yang sekaliber internasional, dari dalam sendiri modalnya sudah ada.

Dengan beban seperti itu, sambung Suhartono, tak berllebihan jika legenda bulu tangkis Tanah Air melirik Moeldoko. Ia hanya berpesan, jika posisi harus bisa menjadi penghubung antara kepengurusan serta kunci aliran dana.

Seperti diketahui, kemarin 18 nama legenda bulu tangkis melakukan pertemuan dengan Moeldoko. Dalam pertemuan hadir pula para legenda lain seperti Liem Swie King dan Eddy Hartono.

PB Djarum diwakili oleh Lius Pongoh, Ivanna Lie, Tontowi Ahmad, Liliana Natsir, Christian Hadinata, serta Yuni Kartika. Sedangkan Jaya Raya mengirimkan Imelda Wiguna, Rudy Hartono, dan Markis Kido.

Saat ini, kepengurusan PP PBSI periode 2016-2020 berada di bawah kepemimpinan Wiranto sebagai ketua umumnya. Namun kepengurusan Wiranto akan berakhir pada Oktober ini.(ksc)
Komentar