Lawan Pandemi, Pertamina Group Kucurkan Rp 14 Miliar di Jatimbalinus




KANALSATU - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus bersama dengan anak perusahaan, afiliasi, dan mitranya, hingga Rabu (12/8/2020) telah menyalurkan bantuan dengan total Rp 14 Miliar di Jatim, Bali, NTB, dan NTT untuk penanganan Covid-19. Bantuan diberikan dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) seperti Masker, Face Shield / Kacamata Google, Hazmat, serta Handscoon.

Juga bantuan lain seperti, Wastafel Portabel, Paket Sembako/Kesehatan, Hand Sanitizer, dan Robot RAISA (Robot Medical Assistant ITS-Unair).

Secara rinci, Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menyebut, hingga saat ini bantuan yang sudah disalurkan berupa 14.000 APD Hazmat, 7.500 Masker N95, 235.000 Masker Medis dan Masker Kain, 677 Wastafel Portable, 56.000 Paket Sembako/Kesehatan, 45.000 Handscoon, 9.400 Face Shield atau Kacamata Google, dan 1.149 Liter Hand Sanitizer, serta 1 Unit Robot RAISA.

Rustam menyampaikan, Pertamina hadir dan mengambil peran lebih dari tugas utamanya untuk menyalurkan energi kepada masayarakat. “Kepedulian Pertamina selain menyalurkan energi untuk masyarakat, sekarang ini juga diwujudkan dengan menggulirkan Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19 yang menyasar pekerja sektor non-formal, Tenaga Kesehatan (Nakes), dan juga kepada warga yang terdampak COVID-19," ujarnya.

Seperti halnya pada bulan Mei lalu, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Pertamina Group mendistribusikan 300 Pakaian Alat Pelindung Diri, 100 Liter Hand Sanitizer, 1900 Masker Kain, dan 1500 Masker Medis kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penyerahan APD tersebut dilakukan oleh General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto dan Unit Manager Communication & CSR MOR V, Rustam Aji kepada Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Subhan Wahyudiono dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Juga pada bulan Juli lalu, bertempat di Balai Kota Surabaya, Bantuan berupa 3.500 pcs Rapid Test, 4.000 pcs hazmat, 3.500 pcs Masker N95, 600 box Masker Surgical, 3.000 pasang Sepatu Boot, 3.000 pcs Kacamata Google, dan 2.000 pcs Sarung Tangan Surgical, senilai kurang lebih Rp 2 M, diserahkan oleh Region Manager Retail Sales V I Ketut Permadi Aryakuumara kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharani, di halaman Balaikota Surabaya.

Tidak lupa pada akhir Juli lalu, Pertamina menyerahkan 1 unit RAISA ke Rumah Sakit Husada Utama yang diterima langsung oleh Direktur Utama RSHU, dr. Didi Dewanto, Sp.OG. Robot ini berfungsi untuk membantu para Nakes dalam meminimalisir interaksi antara Nakes dengan pasien COVID-19 sehingga dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 di Rumah Sakit tersebut.

Terakhir, Pertamina menyalurkan bantuan APD ke RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu pada Selasa (11/8). Adapun bantuan yang disalurkan berupa 450 unit masker KN95, 600 unit Handscoon, 600 unit masker medis, 120 unit kacamata google, 1.600 unit nurse cap, 100 unit face shield, dan 100 APD Hazmat.

Rustam menyatakan bahwa Pertamina juga tergerak mendukung eksistensi para pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Hal ini diwujudkan dengan sebagian dari APD yang disalurkan merupakan produk UMKM binaan Pertamina," tambahnya.

Menurut Rustam, Pertamina Group sendiri berharap agar bantuan yang selama ini disalurkan dapat memberikan manfaat yang baik, baik kepada Pemerintah, masyarakat, maupun tenaga kesehatan yang saat ini sedang sama-sama berjuang untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

"Tentunya dalam situasi saat ini, antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan semua elemen terkait harus saling bahu-membahu agar kita dapat menekan angka penyebaran COVID-19," ujar Rustam.

Disamping banyaknya bantuan yang digulirkan oleh Pertamina, sektor penjualan BBM kepada konsumen juga menjadi perhatian khusus bagi Pertamina dalam memberikan kenyamanan dan keamanan kepada konsumen yang melakukan transaksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Di areal SPBU, Pertamina telah memastikan SOP pada saat Pandemi COVID-19 berjalan dengan tertib, seperti memberikan APD kepada operator yang bertugas, disinfektan secara berkala, pemakaian masker dan faceshield serta sarung tangan.

“Selain itu kami juga mendorong pembayaran dengan moda non-tunai, dimana program ini dilaksanakan sebagai salah satu dukungan terhadap regulasi adaptasi kebiasaan baru yang digencarkan oleh Pemerintah dan juga Bank Indonesia. Dengan pemakaian non-tunai, dapat memutus rantai penyebaran COVID-19 yang terjadi pada uang tunai, selain itu terbukti sebagai metode yang praktis, aman, dan efisien”, tutup Rustam. (KS-5)
Komentar