Permudah Layanan Kependudukan, 20 Kabupaten/Kota Terima Bantuan ADM

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Serahkan CSR Bank Jatim



KANALSATU - Sebanyak 20 kabupaten/kota di Jawa Timur menerima 20 unit Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang merupakan CSR dari Bank Jatim. Dengan mesin ini kerja birokrasi bisa lebih efektif dan efisien.

Mesin ADM memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan ATM. Hanya saja, mesin ADM mengeluarkan dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, akta kelahiran, kartu keluarga, kartu identitas anak (KIA), dan akta kematian.

Dengan mesin ini proses pembuatan dokumen bisa lebih cepat, tanpa antre, tanpa prosedur berbelit-belit dan makan waktu. "Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. ADM dapat mengurangi interaksi antara petugas dan masyarakat dan mencegah adanya penumpukan masyarakat," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan bantuan 20 ADM kepada 20 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/7/2030).

Ke-20 daerah penerima bantuan Mesin ADM itu masing-masing Kab. Pamekasan, Kab. Malang, Kota Kediri, Kab. Bojonegoro dan Kab. Tulungagung. Kemudian Kab. Sumenep, Kab. Lumajang, Kab. Bondowoso, Kab. Banyuwangi, Kab. Pacitan, Kab. Situbondo, Kab. Probolinggo, Kab. Sidoarjo, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Tuban dan Kab. Bangkalan.

Khofifah mengatakan, Jawa Timur merupakan provinsi pertama yang mengimplementasikan layanan ADM, tepatnya sejak 31 Januari 2020. Ia berharap hadirnya mesin ADM ini semakin mempercepat dan memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

Menurut Khofifah keberadaan mesin ADM ini tidak hanya memotong jalur birokrasi, namun juga turut menghemat keuangan negara karena tak perlu membeli kertas berhologram yang awam digunakan untuk mencetak dokumen kependudukan.

"Masyarakat diuntungkan, pemerintah juga diuntungkan. Yang penting kedepan tidak ada lagi yang mengeluh tidak punya KTP karena belum jadi," imbuhnya.

Tak hanya sebagai pemenuhan hak masyarakat, lanjut dia, keberadaan mesin ADM ini diharapkan dapat memperkuat koneksitas satu data. Apabila semua data sudah terkoneksi, maka bisa menjadi referensi intervensi atau pengambilan kebijakan di beberapa sektor, seperti pembagian Bansos, kebutuhan UKM, pencari kerja bahkan update data bagi warga Jatim yang ada di luar negeri.

"Dengan begitu kebijakan dapat lebih tepat sasaran sehingga bisa dirasakan betul kemanfaatannya," terangnya.

Sementara itu, bagi 18 kabupaten lain yang belum memperoleh bantuan ADM, Khofifah minta BPD Jatim akan membantu melalui CSR seperti yang saat ini diserahterimakan. Selanjutnya ia menghimbau agar daerah segera melakukan penyesuaian dengan mengupayakan lewat APBD masing-masing.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Khofifah didampingi oleh Sekdaprov Jatim, Kepala DP3AK, dan Direktur Utama serta para direksi Bank Jatim. (KS-10)
Komentar