Petani Tebu Jatim Minta Harga Lelang Gula Rp 11.200




KANALSATU - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di wilayah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menagih perusahaan gula rafinasi untuk membeli gula petani dengan harga sesuai kesepakatan dengan Menko Perekonomian yakni Rp11.200/kg. Harga tersebut dirasa layak agar petani tidak merugi, pasalnya harga pokok produksi (HPP) tebu mencapai Rp11.000/kg.

"Kalau dari pihak kami sebenarnya kami ingin negara ambil peran dengan menugaskan Kemendag lewat institusi seperti Bulog untuk membeli harga yang bagus," kata Ketua DPD APTRI PTPN XI, Sunardi Edy Sukamto seusai kegiatan Lelang Gula Petani PTPN XI, Kamis (23/7/2020).

Dia menjelaskan, pada 2018 pemerintah sempat menugaskan Bulog untuk membeli gula petani. Tetapi sejak 2019 - 2020 belum ada penugasan, tetapi hanya membuat kesepakatan dengan industri rafinasi untuk membeli gula milik petani sebagai syarat mendapatkan kuota impor raw sugar.

Hanya saja, kesepakatan tersebut tidak diikuti dengan kewajiban bagi industri rafinasi untuk menyerap gula petani.

"Hari ini kami undang mereka jadi peserta tender, tapi memang kami tidak bisa memaksa karena tugas mereka membeli. Dan kami buktikan mereka belum tentu suka rela membeli gula kami dengan harga kesepakatan Rp11.200," jelasnya.

Selain itu, Sunardi juga meminta agar pemerintah bisa menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajar sebesar Rp13.500/kg. HET sebelumnya yaitu Rp12.500/kg membuat petani maupun industri gula tidak bisa banyak bergerak.

Adapun kegiatan lelang gula petani di wilayah PTPN XI pada 23 Juli 2020 merupakan lelang periode ke-5. Kegiatan lelang itu dihadiri oleh sembilan perusahaan atau pembeli. Namun, lelang tersebut akhirnya batal lantaran harga yang muncul dalam penawaran tidak banyak bergerak.

Dari enam penawar, tercatat penawaran tertinggi berada diharga Rp10.910/kg. Sementara petani berharap harga gulanya bisa tembus Rp11.200/kg.

Kabag Pemasaran PTPN XI, Deddy Satrio mengatakan PTPN XI berupaya menjembatani antara petani dengan pembeli gula melalui lelang. Sedangkan gula milik PG sendiri diserap langsung oleh Holding PTPN.

"Jadi dalam kegiatan lelang kelim ini kami mengundang 43 perusahaan rafinasi tapi yang hadir hanya sembilan perusahaan. Ini memang sedikit yang datang karena mungkin kondisi Covid-19 jadi tidak banyak yang datang," jelasnya. (KS-5)

Komentar