Berdayakan Warga, Puslit Sukosari Latih Enam Desa Budidayakan Cacing Tanah



KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara XI melalui Pusat Penelitian (PUSLIT) Sukosari Lumajang menggelar pelatihan budidaya cacing tanah untuk warga masyarakat di enam desa di Kabupaten Lumajang. Peserta pelatihan periode pertama berasal dari desa sekitar HGU Jatiroto yaitu Desa Kaliboto Lor, Kaliboto Kidul, Sukosari, Jatiroto, dan Banyuputih.

Pelatihan dikemas dalam bentuk pemberian materi dan praktik secara langsung. "Melalui PUSLIT Sukosari, PTPN XI menggelar pelatihan budidaya cacing tanah untuk masyarakat. di/Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat mendapat pengetahuan tentang manfaat dan cara budidaya cacing serta bisa mengaplikasikannya sehingga menambah pendapatan mereka dari hasil budidaya tersebut," kata Direktur PT Perkebunan Nusantara XI Dwi Satriyo Annurogo, Rabu (22/7/2020).

Menurutnya, peluang bisnis budidaya cacing maupun kascing cukup menjanjikan. Kascing sendiri merupakan tanah yang menjadi media pemeliharaan cacing. Di dalamnya mengandung kotoran cacing yang baik untuk budidaya tanaman hias maupun buah-buahan.

Menurut analisa PUSLIT Sukosari, budidaya cacing sangat menguntungkan. Harga cacing per kilogram mencapai Rp35 ribu sedangkan cascing mencapai Rp 750 per kilogramnya. Sedangkan keuntungan panen yang bisa diambil mencapai dua kali lipat dari modal awal sudah termasuk termasuk biaya pemeliharaannya. Dengan perlakuan standar dapat dilakukan panen setiap bulan.

"PUSLIT selama ini mengembangkan penelitian yang memberi manfaat bagi core bisnis kami, diantaranya cacing tanah. Selain itu di masyarakat cacing memiliki nilai ekonomis sebagai bahan bahan baku obat, pakan serta bekas cacing atau dikenal sebagai kascing yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bernilai tinggi. Oleh karena itu melalui pelatihan budidaya cacing ini peserta dilatih untuk memahami teknis budidaya cacing sehingga bisa menangkap peluang usaha ini," jelas Nanik Tri Ismadi Kepala PUSLIT Sukosari.

Kegiatan dikemas dalam bentuk pemberian materi dan praktik secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk jumlah peserta dibatasi dua orang per desa dalam satu periode pelatihan. Danrencananya akan bergantian setiap periode pelatihannya

Seusai pelatihan masing-masing peserta diberi satu buah kotak lengkap berisi cacing tanah, kascing dan blotong yang akan dicoba sendiri di rumah masing-masing. Selama satu bulan kedepan peserta mendapat pendampingan PUSLIT dalam budidayakan cacing secara online.

“Tindak lanjut setelah pelatihan ini kelompok peserta akan menjadi pioner kelompok tani cacing tanah di Jatiroto. Puslit akan mendampingi perkembangan kelompok tani ini, dan bila kelompok tani ini sudah berproduksi, akan tetap bersinergi dengan Puslit Sukosari dalam pemanfaatan dan pemasaran produk," ujarnya lebih lanjut. Puslit Sukosari juga akan membantu pemasaran hasil budidaya tersebut dengan difasilitasi oleh Unit Usaha Strategis PTPN XI.

“Ini sangat bagus, peluang bisnisnya besar terimakasih kepada PTPN XI. Baru pertama kami mendapat pelatihan ini dan kami akan mendapat pendampingan sehingga membuat kami percaya diri untuk memulai usaha cacing. Kami juga berharap kegiatan ini bisa bersinergi dan dikembangkan dengan BUMDES“ ujar Siti Romlah Ketua BUMDES Desa Kaliboto Lor salah satu peserta pelatihan.

Sebagai informasi, cacing tanah memiliki banyak manfaat. Diantaranya digunakan sebagai sumber nutrisi bagi tubuh.

Cacing tanah mengandung 78-79 gram per liter amino, konsentrasi vitamin yang tinggi, zat besi, dan kalsium. Cacing juga merupakan sumber protein hewani (64-72%) dan asam amino esensial untuk berbagai hal, di antaranya bahan baku pembuatan pakan ternak, ikan, dan udang; bahan baku pembuatan pangan serta bahan baku pembuatan obat-obatan dan kosmetik.

Sedangkan Kascing mengandung berbagai bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman yaitu suatu hormon seperti giberellin, sitokinin dan auxin, serta mengandung unsur hara N, P, K, Mg dan Ca serta Azotobacter sp yang merupakan bakteri penambat N non-simbiotik yang akan membantu memperkaya unsur N yang dibutuhkan oleh tanaman. (KS-5)

Komentar