IA-CEPA Tingkatkan Peluang Perdagangan Jatim ke Australia

KANALSATU - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur mendorong pelaku usaha memanfaatkan perjanjian dagang dengan Australia, Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlangsung mulai 5 Juli. Dengan adanya perjanjian ini diharapkan kinerja ekspor terus tumbuh.

Kepala Kantor BI Jatim Difi A. Johansyah mengatakan dengan adanya perjanjian ini peluang ekspor Indonesia ke Australia akan semakin besar. "Kita harus mendorong kegiatan ekspor, bahwa ekspor itu musah. Harapannya Indonesia seperti Vietnam, Thailand, Korea Selatan dan Turki yang mudah melakukan ekspor, " ujar Difi, Rabu (22/7/2020).

Ketua Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Sidney, Ayu Siti Maryam menuturkan IA-CEPA dapat memperkuat perekonomian kedua negara. Dengan IA-CEPA maka bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi 0%.

Selama tahun 2019, realisasi perdagangan Jawa Timur-Australia, untuk ekspor mencapai USD 307 juta sedangkan impor USD 392 juta. Sedangkan pada 2020, untuk periode Januari-Mei, ekspor Jatim ke Australia mencapai USD 173,8 juta dan impor dari Australia USD 147,6 juta.

Lima besar komoditas ekspor Jatim ke Australia yaitu kayu tropis potongan, ikan tuna, kayu lapis, tisu basah bayi dan kertas. Sedangkan impor dari Australia ke Jatim, terbesar adalah sereal, mutiara, batu dan perhiasan imitasi, produk besi dan baja, bahan kimia non-organik serta besi dan baja. (KS-5)
Komentar