Tingkatkan Imunitas, Arumi Ajak Masyarakat Rajin Konsumsi Ikan

Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur, Arumi Elestianto Dardak menyerahkan paket produk perikanan ke warga Kabupaten Blitar.



KANALSATU - Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur, Arumi Elestianto Dardak mengajak masyarakat untuk rajin mengkonsumsi ikan, sebagai lauk pauk sehari-hari. Hal ini karena kandungan gizinya sangat baik dan mampu meningkatkan imun atau daya tahan tubuh, sehingga dapat membantu mencegah dan melindungi diri dari kemungkinan tertular covid-19.

“Ikan ini selain menjadi pilihan yang paling tepat untuk mencegah stunting pada anak, juga bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya dapat meningkatkan imunitas tubuh kita ditengah pandemi covid-19 ini. Maka, kita semua harus rajin mengkonsumsi ikan,” kata Arumi-sapaan akrabnya saat membuka Kampanye Gemarikan dalam rangka Penanggulangan Dampak Covid-19 di Daerah Rawan Pangan dan Stunting Tahun 2020, di Pendopo Kabupaten Blitar, Selasa (14/7/2020) pagi.

Arumi mengatakan, ajakan untuk rajin mengkonsumsi ikan harus terus digaungkan. Hal ini karena pencapaian angka konsumsi ikan di Jatim pada Tahun 2019 sebesar 38,82 kg/kapita/tahun. Sedangkan angka konsumsi ikan di Kabupaten Blitar sendiri masih rendah, yakni sebesar 22,12 kg/kapita/tahun.

Fakta itu, imbuh Arumi, menunjukkan bahwa kita masih perlu melakukan upaya-upaya peningkatan konsumsi ikan, melalui kegiatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Forikan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menggelar berbagai acara, seperti Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), yang bertujuan untuk memperkaya olahan produk ikan, sehingga masyarakat kian memiliki banyak pilihan dan gemar mengkonsumsi ikan.

“Namun karena ada pandemi ini, kampanye Gemarikan bisa dilakukan melalui live streaming seperti sekarang. Ajakan mengkonsumsi ikan ini harus terus dilakukan agar masyarakat terbiasa makan ikan, kalo sudah terbiasa maka menjadi suka. Sebab, mungkin ada yang punya faktor alergi, amis, dan lainnya terhadap ikan. Tapi jika sudah bisa mengolah ikan, dan rasanya enak, mereka akan rajin makan ikan,” jelasnya.

Arumi menambahkan, salah satu olahan ikan yang sangat direkomendasikan adalah dengan cara dikukus, dijadikan sop, atau dipepes. Hal ini bertujuan untuk menjaga kandungan gizi dalam ikan tersebut, sebab jika ikan digoreng, dikhawatirkan kandungan gizinya menjadi berkurang dan gampang hancur. Apalagi jika menggorengnya dengan minyak yang sudah berulang kali dipakai.

“Jadi misalnya anak kita harusnya makan protein yang banyak, tapi ketika ikan itu sudah digoreng, apalagi dengan minyak yang bukan sekali pakai, nah ini kandungan gizinya hampir habis. Tentu kan sayang sekali,” tambah wanita yang juga menjadi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PPK) Prov. Jatim ini.

Dalam kesempatan ini, Arumi juga mengajak masyarakat, khususnya kaum wanita untuk melakukan budidaya ikan sekaligus tanaman, di pekarangan rumah masing-masing. Salah satu tekniknya dikenal dengan nama budikdamber (budidaya ikan dalam ember), yang merupakan teknik pengembangan dari aquaponik, di mana ikan dan tanaman bisa tumbuh dalam satu tempat.

“Semakin besar embernya semakin banyak bibit yang bisa dimasukkan, contohnya bibit ikan lele. Setiap harinya ikan lele-nya kan makan, kemudian membuang kotoran di dalam ember. Nah, kotorannya itu bisa digunakan sebagai pupuk untuk tanamannya. Budidaya ini relatif terjangkau dan membuat kita punya stok makanan bergizi selama 24 jam di rumah. Bahkan jika anda pintar merawatnya, makin banyak lele-nya, maka bisa anda jual ke pasar,” pungkasnya.

Dalam acara ini, Arumi juga membagikan sebanyak 150 paket produk perikanan kepada masyarakat Kabupaten Blitar. Adapun paket itu berisi 1 paket produk olahan hasil perikanan, 1 paket produk kaleng (sarden dan tuna) masing-masing 2 kaleng, 1 paket ikan segar sebanyak 2kg ikan, dan 3 buah masker kain.


Tinjau Pelaksanaan Rapid Test di Kab. Blitar

Usai membuka kampanye Gemarikan, Arumi berkesempatan meninjau pelaksanaan rapid test di belakang Pendopo Kabupaten Blitar. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas bantuan dari Kementerian Kesehatan RI, berupa 2.000 alat rapid test yang disalurkan kepada TP. PKK Prov. Jatim, untuk diberikan kepada kabupaten/kota yang ditunjuk, dimana salah satunya adalah Kab. Blitar.

Dalam kesempatan ini, Arumi yang merupakan istri Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak ini melihat secara langsung kerja keras para tenaga kesehatan yang mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap, dan dengan sabar melayani masyarakat yang mengikuti rapid test tersebut. “Tetap semangat nggih bapak/ibu tenaga kesehatan, anda menjadi tumpuan kita semua, untuk mensosialisasikan, membantu, dan menangani covid-19. Virus ini bukan hanya musuhnya seorang saja, tapi kita semua. Jadi kita harus bergandengan tangan, terutama para kader yang di lapangan. Semoga anda semua terus diberikan kesehatan, dan tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan bantuan 2.000 alat rapid test dari Kemenkes RI, yang disalurkan oleh TP PKK Prov. Jatim. Menurutnya, bantuan tersebut sangat signifikan dalam membantu Pemkab Blitar menangani penyebaran covid-19 yang dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan kasus positif.

“Terima kasih atas bantuan 2.000 alat rapid test ini, alat ini sudah kami sebar keseluruh kecamatan, dan kami sudah mengerahkan semua kader di Puskesmas untuk melaksanakan rapid tes bagi masyarakat. Bantuan ini menjadi semangat kita untuk bersama-sama untuk memutus rantai penyebaran virus corona,” katanya. (KS-10)
Komentar