Soft Launching Kalisa, Bank Jatim Kumpulkan Dana Wakaf Rp 344,8 Juta dari Internal

(Kiri-kanan) Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua BWI, Muhammad Nuh dan Pgs Direktur Konsumer, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim Rizyana Mirda saat peluncuran Kalisa di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/7/2020).



KANALSATU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim melalui Unit Syariahnya, terpilih menjadi satu diantara tiga bank penerima wakaf program Gerakan Kalisa (Wakaf Peduli Indonesia). Program Kalisa ini digagas oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan merupakan program penggalangan wakaf uang dari masyarakat, korporasi, maupun institusi lainnya untuk ditempatkan pada instrumen SBSN dan atau Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).

Pgs Direktur Konsumer, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim Rizyana Mirda, mengatakan, Bank Jatim melalui Bank Jatim Syariah sudah menjadi LKS-PWU sejak tahun 2011. "Bank Jatim Syariah memiliki peran sebagai penghimpun dana wakaf dari masyarakat yang selanjutnya akan dikelola oleh BWI," kata Rizyana Mirda, saat soft launching program Kalisa bersama BWI di Kantor Pusat Bank Jatim, Rabu (8/7/2020).

Mirda menuturkan, untuk mendukung program ini Bank Jatim sudah mengumpulkan dana wakaf senilai lebih dari Rp 344,8 juta, yang dihimpun dari seluruh pegawai Bank Jatim. "Secara total dana wakaf yang kami kelola saat ini sudah mencapai lebih Rp 750 juta," ungkap Mirda.

Ia menambahkan, potensi pengumpulan dana wakaf di Jawa Timur sangat besar. Selain dari ASN (Aparat Sipil Negara), pihaknya juga membidik dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jatim.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan aplikasi Wakaf Barokah melalui website pada laman www.wakafbarokah.bankjatim.co.id sehingga masyarakat umum dapat dengan mudah melakukan penyetoran wakaf. "Kami mengharapkan seluruh masyarakat khususnya di Jatim, ikut berpartisipasi mendukung Program Kalisa dengan melakukan penyetoran secara langsung melalui seluruh kantor cabang atau melalui website," jelasnya.

Setelah soft launching ini, Bank Jatim bersama dengan BWI akan melakukan roadshow ke seluruh perusahaan di wilayah Jatim untuk mendorong terlaksananya program tersebut.

Ketua BWI Mohammad Nuh mengatakan, Kalisa merupakan langkah nyata BWI untuk membantu jaminan perlindungan hidup bagi warga masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kondisi darurat. "Masyarakat bisa berkontribusi dalam program Kalisa melalui dua skema wakaf. Pertama, masyarakat mewakafkan uang secara sementara dengan minimal tempo satu tahun dan nominal Rp1 juta. Setelah satu tahun, uang wakaf akan dikembalikan kepada wakif, sedangkan hasil pengelolaan uang tersebut yang akan disalurkan untuk membantu penanganan Covid-19," jelas Nuh.

Skema kedua, masyarakat mewakafkan uangnya untuk selamanya. Karena wakaf abadi, uang wakaf tidak dikembalikan kepada wakif dan hasil wakafnya bisa disalurkan setiap tahun dan selamanya. Nominal minimum wakaf uang selamanya sebesar Rp 50.000.

Sementara untuk penyalurannya, Nuh membebarkan, program Kalisa akan disalurkan untuk tiga hal. Pertama, Kalisa “Darurat Ventilator” merupakan sebuah program pengadaan ventilator di rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan pasien Covid-19.

Kedua, Kalisa “Lanjutkan Hidup Mereka” adalah program dana bantuan bagi orang tua mahasiswa pra-sejahtera se-Indonesia yang terdampak sosial.
sosial ekonomi oleh pandemi Covid-19.
Ketiga, Kalisa “Peduli Ulama Pedalaman,” adalah program bantuan tunai untuk ulama di pedalaman yang terdampak Covid-19.

"Masyarakat bebas memilih salah satu dari program Kalisa yang ditawarkan oleh nazhir BWI," jelas mantan Rektor ITS tersebut. (KS-5)
Komentar