Komitmen Menjalankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Skor GCG PTPN XI Meningkat

Suasana closing meeting asesment GCG PTPN XI Kinerja tahun 2019 Rabu (1/7/2020) melalui video conferences.


KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI meraih skor 87,116 dengan klasifikasi sangat baik dalam implementasi aspek Good Corporate Governance (GCG). Meski ada peningkatan bila dibandingkan tahun lalu, PTPN XI terus akan melakukan perbaikan dalam implementasi tata kelola perusahaan yang baik.

"Ada peningkatan skor bila dibanding tahun 2018 lalu yakni 84,231 menjadi 87,116 di tahun 2019. Meskipun begitu, kami menilai skor sebagai indikator, sehingga kami harus terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam melaksanakan nilai GCG di operasional perusahaan, terutama hal yang mendasar untuk lebih baik lagi," jelas Direktur PTPN XI Dwi Satriyo Annurogo dalam closing meeting asesment GCG Kinerja tahun 2019 Rabu (1/7/2020) melalui video conferences.

Dwi mengatakan PTPN XI akan memanfaatkan sistem informasi teknologi untuk mempermudah pengawasan implementasi GCG di PTPN XI kedepannya. "Kita sudah memasuki revolusi industri 4.0, dan kondisi pandemi covid-19 saat ini memaksa, dalam tanda kutip, kita untuk lebih meningkatkan penggunaan IT. Untuk memudahkan, maka kami sedang membangun sistem IT untuk monitoring implementasi GCG di PTPN XI," ungkapnya lebih lanjut.

Asesmen implementasi GCG di PTPN XI dilakukan setiap tahun untuk menilai pelaksanaan nilai tata kelola perusahaan yang baik dan tahun ini asesmen dilakukan oleh asesor independen dari tim BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan SK Sekmen BUMN Nomor SK-16/S.MBU/2012 bahwa terdapat enam indikator parameter penilaian dan evaluasi atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) diantaranya.

Indikator tersebut diantaranya Komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Secara Berkelanjutan, Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal, dewan komisaris/dewan pengawas, Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparansi dan Aspek Lainnya.

Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur Alexander Rubi Satyoadi dalam closing meeting tersebut berharap perolehan skor ini berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan selanjutnya.

Closing meeting asesmen GCG tersebut dihadiri oleh tim BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Direktur Umum PTPN III (Persero) sebagai Perwakilan Pemegang Saham PTPN XI, Dewan Komisaris dan organ pendukung serta Direktur dan Manajemen PTPN XI.


PTPN XI Suport Pembentukan Holding RS BUMN

Sebelumnya PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham mayoritas PT Nusantara Sebelas Medika, Selasa (30/6/2020) menandatangani Perjanjian Pengambilalihan Saham Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CPSA). "Kami bersama enam BUMN lainnya akan mengalihkan saham rumah sakit yang kami kelola untuk nantinya menjadi Holding RS BUMN dengan PT Pertamina Bina Medika IHC sebagai holdingnya. Hal ini untuk kepentingan lebih besar, diharapkan selain meningkatkan performa kinerja rumah sakit juga IHC akan menjadi salah rumah sakit yang memiliki jaringan terbesar di Indonesia," ujar Dwi Satriyo Annurogo.

Dalam siaran persnya Erick Thohir Menteri BUMN mengatakan pembentukan Holding RS BUMN telah dimulai sejak tahun 2018 dan penandatanganan ini merupakan bagian dari roadmap pembentukan Holding tersebut.

"Integrasi RS BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta akan menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. Secara konsolidasi grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha hingga mencapai Rp4,5 trilyun dan total aset mendekati Rp5 trilyun," jelas Erick Thohir dalam siaran persnya.

PT Nusantara Sebelas Medika adalah anak perusahaan PTPN XI bergerak dibidang jasa kesehatan dan mengelola empat rumah sakit yakni RS Djatiroto di Lumajang, RS Wonolangan di Probolinggo, RS Elizabeth di Situbondo dan RS Lavalette di Malang. Saat ini dua diantaranya mendapat penugasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi RS rujukan covid 19, RS Djatiroto dan RS Lavalette.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh PT Pertamina Bina Medika IHC, PT Krakatau Steel Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pemegang saham PT Pelindo Husada Citra, PT Perkebunan Nusantara X pemegang saham PT Nusantara Medika Utama, PT Perkebunan Nusantara XI pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika, PT Perkebunan Nusantara XII pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika, dan PT Timah Tbk pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah. (KS-5)
Komentar