Pelaku Industri Gula Berkompetisi Dapatkan Bahan Baku

Direktur PTPN XI, Dwi Satriyo Annurogo (dua dari kanan) saat meninjau lahan.


KANALSATU - Pelaku industri gula menghadapi tantangan yang tidak mudah di musim giling tahun ini. Seperti diprediksi, pasokan Bahan Baku Tebu (BBT) mengalami kekurangan sehingga terjadi kompetisi dalam perolehan BBT antar pelaku industri gula.

Hal ini sangat disayangkan karena pola kemitraan dan pembinaan yang selama ini terjalin antar pabrik gula dengan petani, sudah berubah mengarah kepada transaksional. Tebu ditebang dan dikirim ke pabrik gula yang berani membayar lebih tinggi, tanpa memperhitungkan tingkat kemasakan, area binaan serta jarak lahan tebang ke pabrik gula tujuan.

"Hal tersebut menjadikan kondisi kurang optimal, mengingat tebu ditebang belum pada waktunya, jarak tempuh untuk transportasi tebu dari lahan tebang ke pabrik gula yang terlalu jauh menyebabkan turunnya kualitas tebu saat digiling dan pada akhirnya menurunkan produktivitas perolehan produk gula kristal putih," kata Direktur PTPN XI, Dwi Satriyo Annurogo, Rabu (1/7/2020).

Permasalahan penurunan lahan tebu di Jawa Timur maupun secara nasional, di mana di sisi lain ada penambahan kapasitas pabrik karena berdirinya pabrik baru serta peningkatan kapasitas beberapa pabrik lama melalui program revitalisasi, perlu menjadi perhatian dari para pengambil kebijakan serta pemangku kepentingan.

"Untuk menambah lahan tebu, upaya yang sudah dilakukan PTPN XI antara lain kerjasama dengan Perhutani melalui program agroforestry kebun tebu, selain itu juga melakukan sewa lahan petani," ujarnya. Pembinaan dan kemitraan dengan petani untuk menarik minat petani tetap bertanam komoditas tebu juga menjadi perhatian PTPN XI.

Sementara itu, Dwi menuturkan, sesuai dengan kesepakatan bersama pelaku industri gula Jawa Timur yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur sebelumnya terkait penentuan awal giling, serta hasil analisa kemasakan tebu, PT Perkebunan Nusantara XI memulai aktivitas giling minggu pertama Juni 2020. Hingga hari giling saat ini realisasi tebu yang digiling sebesar 646 ribu ton atau 15% dari target tahun ini.

Gula produksi tahun 2020 telah dilakukan beberapa kali pelelangan dengan harga pada lelang terakhir pada kisaran 10.300 perkilogramnya. (KS-5)
Komentar